Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Aceh · 4 Okt 2021 12:07 WIB ·

Tim PKM Unsam Latih Warga Sarah Teubee Teknik PGPR untuk Membuat Pupuk Cair Organik


 Tim PKM Unsam Latih Warga Sarah Teubee Teknik PGPR untuk Membuat Pupuk Cair Organik Perbesar

Wartanusa.id – Aceh Timur | Tim Pengabdian kepada masyarakat (PKM) Universitas Samudera (Unsam) melatih warga Desa Sarah Teubee, Kecamatan Rantau Selamat Aceh Timur membuat pupuk cair organik.

Tim pengabdian itu, terdiri dari tiga orang dosen yang di Ketuai Ir. Adnan, MP dan Nurlaila Hanum, SE, M.Si serta Ziaul Maula, SE, M.Si sebagai anggota.

Ir Adnan kepada wartanusa.id, Senin (04/10/2021) mengatakan teknik pembuatan pupuk cair ini dilakukan dengan sistem Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) / Pertumbuhan Tanaman Mempromosikan Rhizobakteri.

“Pelatihan pemanfaatan PGPR ini diaplikasikan pada tanaman kacang panjang untuk meningkatkan ekonomi rakyat di Gampong Sarah Teubee yang dilaksanakan mulai Juli sampai September 2021,” kata Ir Adnan.

Dijelaskannya, bahwa pupuk merupakan hara penting yang dibutuhkan tanaman kacang panjang untuk pertumbuhannya.

Oleh sebab itu ketersediaannya pada tingkat petani di pedesaan sangat diharapkan. Harga pupuk buatan (an-organik) yang ada di pasar terlalu tinggi, sehingga masyarakat tani sulit untuk menjangkaunya. Jadi untuk keperluan aplikasi pupuk pada budidaya tanaman kacang panjang menjadi terbatas.

Menyahuti kondisi tersebut, maka masalah kekurangan pupuk (hara) dan aplikasinya pada tanaman kacang panjang menarik untuk ditelaah dan dikaji, guna mendapat solusinya.

Salah satu alternatif untuk mengatasi kekurangan pupuk (hara) pada tanaman kacang panjang adalah dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia di desa, yaitu dengan cara pelatihan membuat pupuk organik cair dengan teknik PGPR dan pengaplikasian pada tanaman kacangan panjang sebagai tanaman indikator.

“Sehingga dapat menstimulus pertumbuhan dan produksi, dan nantinya dapat meningkatnya produksi serta pada akhir nya pendapatan ekonomi masyarakat juga akan meningkat,” terangnya.

Desa Sarah Teubee, sambung Ir Adnan, adalah salah satu desa yang memiliki potensi pertanian yang baik dan memiliki lahan kering yang belum dimanfaatkan secara tepat.

Dari kondisi tersebut maka perlu adanya sentuhan teknologi baik penyediaan pupuk maupun aplikasinya dalam upaya memenuhi tersedianya hara.

“Dengan harapan dapat menekan biaya produksi pada kegiatan usaha tani untuk meningkatkan pendapatan petani yang akhirnya bisa mendorong pada meningkatnya ekonomi rakyat,” pungkas Dosen Fakultas Pertanian Unsam ini.

Artikel ini telah dibaca 84 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wakil Wali Kota Langsa Lepas Keberangkatan Kontingen Pramuka Jambore Nasional

8 Agustus 2026 - 07:55 WIB

Empat Mahasiswa FUAD IAIN Langsa Magang Internasional

4 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Lepas Sambut Geuchik, TM Yogi Prahananda: Pelayanan Optimal Menuju Seulalah Baru Juara

3 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Sertijab Geuchik Karang Anyar Dihadiri Anggota DPRK Langsa dan Dua Camat

3 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Sertijab Geuchik Gampong Karang Anyar Kecamatan Langsa Baro.

FUAD IAIN Langsa Sosialisasi Program RPL, Mudahkan ASN dan Praktisi Lanjut Kuliah

3 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Langsa Terima Penghargaan Penyelamatan Arsip Terbaik se Sumatera

3 Agustus 2026 - 10:28 WIB

Foto bersama Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Langsa, Meilisa Ramandha dengan tim penyelamatan arsip.
Trending di Aceh