Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Aceh · 10 Apr 2026 14:08 WIB ·

Dekan FKIP Unsam Soroti Kisruh Cabdin Abdya, Minta Pemerintah Aceh Hadirkan Solusi Bijak


 Dekan FKIP Unsam, Dr. Hendri Saputra, M.Pd. Perbesar

Dekan FKIP Unsam, Dr. Hendri Saputra, M.Pd.

Wartanusa.id – Langsa | Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Samudra, Dr. Hendri Saputra, M.Pd. menyoroti kisruh yang terjadi di Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Aceh Barat Daya (Abdya).

“Sebagai putra daerah Aceh Barat Daya, ia meminta Pemerintah Aceh agar menyikapi persoalan tersebut secara bijak, objektif, dan mengedepankan kepentingan dunia pendidikan,” ungkap Dr. Hendri Saputra kepada wartanusa.id, Kamis,(09/04/2026).

Menurut Hendri Saputra, pendidikan merupakan fondasi utama kemajuan daerah. Karena itu, setiap kebijakan, kepemimpinan, dan dinamika yang terjadi di dalamnya harus senantiasa berorientasi pada kepentingan peserta didik, peningkatan mutu pembelajaran, serta terciptanya iklim kerja yang sehat, profesional, dan kolaboratif.

Munculnya aspirasi dalam bentuk mosi tidak percaya yang disampaikan oleh para kepala sekolah dan pengawas, menurutnya, merupakan sinyal penting yang tidak boleh diabaikan.

Persoalan tersebut bukan semata-mata menyangkut individu, melainkan menjadi refleksi atas kondisi komunikasi, koordinasi, dan tata kelola yang perlu mendapat perhatian serius.

“Setiap persoalan harus disikapi secara bijaksana, objektif, dan berlandaskan pada prinsip keadilan serta profesionalitas. Karena itu, saya mendorong Pemerintah Aceh, khususnya Gubernur Aceh dan Dinas Pendidikan Aceh, untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh, terbuka, dan proporsional dengan melibatkan semua pihak secara konstruktif,” ujar Dr. Hendri Saputra, M.Pd.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Aceh Barat Daya untuk tetap mengedepankan dialog, menjaga etika kelembagaan, serta menghindari konflik yang dapat berdampak pada terganggunya proses pendidikan.

Alumnus SMAN 4 Aceh Barat Daya itu menilai bahwa persoalan ini harus dijadikan momentum refleksi bersama untuk memperkuat tata kelola pendidikan yang lebih baik, transparan, dan berorientasi pada kemajuan generasi masa depan Aceh Barat Daya.

“Pada akhirnya, yang kita perjuangkan bukanlah kepentingan kelompok atau individu, melainkan masa depan anak-anak kita,” tutup Hendri.

Sebelumnya, sebanyak 17 dari 21 Kepala SMA, SMK, SLB, dan pengawas sekolah di Aceh Barat Daya (Abdya) melakukan konferensi pers di salah satu warkop mengajukan mosi tak percaya kepada Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) wilayah kabupaten setempat, Irma Suryani.

Dalam keterangannya, mereka menilai, Kacabdisdik Abdya tidak lagi menciptakan suasana profesional, kondusif, dan berkeadilan dengan intervensi sehingga banyak persoalan di lapangan tidak terselesaikan dengan baik dan justru menimbulkan keresahan.

Artikel ini telah dibaca 176 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wali Kota Langsa Peusijuk 205 Jamaah Calon Haji

30 April 2026 - 20:45 WIB

2.200 Petani Terima Benih Padi, Jeffry Sentana: Ketahanan Pangan Menjaga Stabilitas Ekonomi

29 April 2026 - 20:42 WIB

Penyerahan simbolis benih padi oleh Wali Kota Langsa Jeffry Sentana kepada kelompok tani.

Lindungi Hak Desil, Gampong Alue Pineung Timue Buka Posko Pengaduan Masyarakat

29 April 2026 - 11:57 WIB

Rektor IAIN Langsa Tegaskan Komitmen Lingkungan dalam Forum UI GreenMetric 2026 di Yogyakarta

29 April 2026 - 11:54 WIB

Polemik Desil, Pemuda Muslimin Aceh Usul Gubernur Bentuk Lembaga Khusus Urusan JKA

29 April 2026 - 11:14 WIB

Ketua Pemuda Muslimin Aceh, Dr. Yulizar Kasma.

Geubrak: PTPN IV Regional 6 Jangan sok Berkuasa dan Bersikap Imperialisme

28 April 2026 - 09:16 WIB

Inisiator Geubrak, Wahyu Ramadana.
Trending di Aceh