Wartanusa.id – Aceh Timur | Sumur minyak ilegal di Gampong Mata Ie Kecamatan Ranto Peureulak kembali meledak pada Sabtu dini hari (19/03/2022) sekira pukul 01.45 WIB dan melukai dua orang warga.
Ledakan api dari sumur minyak tradisional milik warga ini sebelumnya meledak pada Jum’at lalu (11/03/2022) setinggi kurang lebih 20 meter.
Menurut salah seorang saksi mata, Zulfan alias Wak Ir pada saat melintas hendak pulang ke rumahnya di seputaran konekting (Septy) sumur sepekan lalu itu mengeluarkan api dan gas sehingga api semakin lama semakin membesar dan mengeluarkan ledakan dari sumur tersebut.
Dikarenakan api semakin membesar, salah satu warga segera menghubungi pihak Pos Damkar Ranto Peureulak dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polsek Ranto Peureulak serta Koramil.
Sekira pukul 02.05 WIB, satu unit mobil damkar dan satu unit mobil Tanki milik BPBD Kabupaten Aceh Timur tiba di TKP untuk memadamkan api tersebut.
Kemudian, sekira pukul 05.28 WIB, api berhasil dipadamkan dengan empat unit mobil damkar dan satu unit mobil Tanki milik BPBD Kabupaten Aceh Timur, dengan bantuan TNI – POLRI dan masyarakat.
Dari laporan tersebut dua orang warga yang sedang melintas mengalami luka bakar ± 20 s.d 30 % telah ditangani oleh pihak Puskesmas Ranto Peureulak dan telah di bawa pulang oleh pihak keluarga ke rumah dikarenakan luka bakar yang di alami tidak parah.
Korban yang mengalami luka bakar, Zainudin (38) tahun, Wiraswasta, warga Gampong Blang Barom dengan luka luka bakar : 20 %. Selanjutnya, Deni Kurniawan(49) Wiraswasta, Gampong Buket Pala,Ranto Peureulak,Aceh Timur.
Adapun saksi mata lainnya adalah, Muslim, 39 tahun, Security, Gampong, Mata Ie, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.
Terpisah, Camat Ranto Peureulak, Muhktardin, Sabtu (19/03/2022) siang, membenarkan telah terjadi kebakaran sumur minyak di Gampong Mata Ie tepatnya di lokasi terbakarnya sumur minyak pada 11 Maret 2022 lalu.
“Ya Benar,” tulisnya singkat.












