Wartanusa.id – Langsa | Aliansi Wartawan Langsa mendatangi Polres setempat upaya melakukan advokasi terhadap pengancaman yang dilakukan oknum pengawas proyek kepada wartawan harian Rakyat Aceh di Aceh Tengah, Jurnalisa beberapa waktu lalu. Senin (14/11/2022).
Aliansi Wartawan yang mendatangi Polres Langsa terdiri dari berbagai platform media dan organisasi pers, diantaranya Ketua Persatuan Wartawan Indonesia PWI Langsa, Putra Zulfirman dan Sekretaris, Munawar beserta anggota.
Kemudian Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Langsa, Mustafa Rani dan Sekretaris Mulyadi berserta anggota diikuti wartawan lainnya yang bertugas di wilayah Kota Langsa.
Koordinator aksi, Ray Iskandar, membacakan petisi, diantaranya :
1. Mengutuk aksi pengancaman/intimidasi terhadap wartawan seperti yang terjadi kepada Saudara Jurnalisa (Harian Rakyat Aceh) di Aceh Tengah.
2. Meminta Polda Aceh dan Polres Aceh Tengah menangkap pelaku pengancaman terhadap Jurnalisa dan melakukan proses hukum.
3. Menolak segala bentuk kriminasasi dan intimidasi terhadap wartawan yang bekerja sesuai UU No 40 tahun 1999 tentang Pers.
4. Meminta Kapolres Langsa mendukung upaya Pemberantasan oknum yang mengaku wartawan, akan tetapi tidak bekerja selayaknya jurnalis yang menghasilkan karya jurnalistik.
5. Apabila terdapat sengketa pers, maka proses penyelesaian melalui dewan pers.
Menanggapi kedatangan gabungan wartawan, Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro didampingi Kabag Ops, Kompol Dheny Firmandika mengatakan pihaknya sangat mengutuk segala bentuk intimidasi yang dilakukan oknum terhadap kerja jurnalistik.
“Kami selalu diingatkan pimpinan agar melibatkan jurnalis dan bermitra dengan wartawan dalam setiap kegiatan Polri,” sebutnya.
Atas kejadian yang dialami wartawan di Aceh Tengah, Jurnalisa, kami akan melakukan antisipasi dan memastikan tindakan ada pengancaman terhadap wartawan di Kota Langsa.
“Itupun terhadap wartawan yang benar-benar melakukan kerja jurnalistik. Pihaknya akan berkoordinasi ke Aceh Tengah maupun Polda Aceh untuk menangkap oknum premanisme yang yang mengancam wartawan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua PWI Langsa, Putra Zulfirman mengatakan Jurnalisa wartawan di Aceh Tengah telah mengalami ancaman bunuh oleh oknum premanisme.
“Aksi damai ini merupakan bentuk keprihatinan dan mengutuk aksi premanisme yang dilakukan oknum tertentu dan pelaku harus ditangkap,” pinta Putra.












