Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Aceh · 24 Mar 2022 13:40 WIB ·

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Peristiwa Terbakarnya Sumur Minyak di Ranto Peureulak


 Polisi Tetapkan Dua Tersangka Peristiwa Terbakarnya Sumur Minyak di Ranto Peureulak Perbesar

Wartanusa.id – Aceh Timur | Penyidik Satuan Reserse dan Kriminal Polres Aceh Timur menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam insiden kebakaran sumur minyak di Desa Mata Ie, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, yang terjadi pada Jum’at, (11/03/2022).

Kapolres Aceh Timur AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat, S.I.K. melalui Kasat Reskrim AKP Miftahuda Dizha Fezuono, S.I.K., Kamis, (24/03/2022), menyatakan setelah melakukan gelar perkara dan penyidikan, pihaknya menetapkan dua orang menjadi tersangka di balik peristiwa ini.

“Untuk sementara dua orang kami tetapkan sebagai tersangka, keduanya warga Kecamatan Ranto Peureulak sedangkan satu orang lagi, masih dalam proses penyelidikan,” kata Kasat Reskrim.

Menurutnya, tersangka pertama berinisial MS, (51) sebagai pemilik lahan dan tersangka kedua berinisial ML, (32) memiliki peran sebagai penyandang dana dari kegiatan pengeboran minyak tersebut.

“Sampai saat ini Satreskrim Polres Aceh Timur telah memeriksa sedikitnya delapan orang saksi terkait terbakarnya sumur minyak yang merenggut tiga korban,” sebut Kasat Reskrim.

Ia menyebutkan dalam kasus ini, sejumlah barang bukti yang disita oleh penyidik diantaranya satu set alat atau perlengkapan untuk melakukan pengeboran serta hasil kegiatan pengeboran (minyak mentah bercampur air serta lumpur) dan kasus ini sedang dilakukan pengembangan lanjutan.

“Atas perbuatannya, para tersangka dipersangkakan melanggar pasal 40 UU RI Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja atas perubahan pasal 52 subs pasal 53 UU RI Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman hukuman 6 (enam) tahun penjara atau denda 60 Milyar Rupiah.” Terang Kasat Reskrim AKP Miftahuda Dizha Fezuono, S.I.K.

Artikel ini telah dibaca 429 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wali Kota Langsa Ajak Mahasiswa Penyintas Banjir Manfaatkan Program Beasiswa Pemerintah Aceh

8 Mei 2026 - 15:24 WIB

Langsa Dicoret dari Bantuan Rp 10 Miliar, Gadjah Puteh: Anggota DPRA Dapil 7 Jangan Bungkam

8 Mei 2026 - 09:21 WIB

Wali Kota Langsa Lepas Keberangkatan 198 Jamaah Calon Haji

7 Mei 2026 - 21:19 WIB

Langsa Dicoret dari Bantuan Rp10 Miliar, Gadjah Puteh Tuding BPSDM Aceh Curang dan Pilih Kasih

7 Mei 2026 - 16:54 WIB

Direktur Eksekutif LSM Gadjah Puteh Sayed Zahirsyah Al Mahdaly.

Dapur MBG Idi Rayeuk Terima ‘Surat Cinta’ dari Pelajar di Aceh Timur

5 Mei 2026 - 16:58 WIB

Surat Cinta Pelajar untuk Dapur MBG Peudawa Puntong, Aceh Timur.

Pascasarjana IAIN Langsa Sosialisasi PMB di Kabupaten Langkat

5 Mei 2026 - 14:36 WIB

Trending di Aceh