Wartanusa.id – Aceh Tamiang | Banjir di Aceh Tamiang memasuki hari ke delapan akses transportasi dilakukan sistem buka tutup dikarenakan ada bus yang mogok tepat di titi Kampung Alue Selawi Kecamatan Kejuruan Muda.
Pantauan wartanusa.id, Kapolres AKBP Imam Asfali, S.I.K didampingi Wakapolres, Kasatlantas dan jajaran langsung turun ke lokasi banjir, di jalan lintas nasional yang masih terendam.
Sepanjang lebih 1 Km kendaraan masih terhenti, arah Medan-Langsa kendaraan berjajar dari simpang Seumadam, sementara arah Langsa-Medan kendaraan berjajar mulai dari Sungai Liput tepatnya dari depan Pabrik PT Socpindo.
“Dari enam titik jalan lintas nasional terendam banjir sudah dapat dilalui, hanya tinggal genangan sebetis orang dewasa dan itupun air endapan,” ujar Kapolres, Senin sore (07/11/2022).
Sebenarnya, kata Kapolres, dari awal tergenang kendaraan besar memang sudah bisa melintas, namun pengemudi ragu, karena kan truck2 bawa barang, takut barangnya basah.
“Untuk sementara ini kemacetan terjadi itu karena pengemudi tidak sabar dan saling mendahului. Harusnya kan satu jalur saja digunakan sehingga tidak macet tidak ketemu di tengah-tengah akibatnya menghambat yang lain,” imbuhnya.
“Kita lakukan buka tutup ini karena masih ada satu bus pelangi mogok di atas jembatan sehingga ini yang kita lakukan buka tutup jalan agar bisa bergantian,” pungkas Kapolres.
Sementara itu, terpantau di masing-masing desa, masih terlihat tenda pengungsian.












