Venture Capital Dibalik Kesuksesan Sebuah Start Up

Venture Capital Dibalik Kesuksesan Sebuah Start Up

Era digital turut membawa sedikit banyak perubahan dalam dunia bisnis. Sebut saja banyaknya bermunculan para pelaku start up. Bahkan tidak sedikit d

Era digital turut membawa sedikit banyak perubahan dalam dunia bisnis. Sebut saja banyaknya bermunculan para pelaku start up. Bahkan tidak sedikit dari pelaku start up ini yang berhasil menjalankan bisnisnya dan berkembang menjadi perusahaan besar dengan keuntungan yang tentu saja besar. Anda yang belum mengenal dunia start up dan barangkali ingin memulai pasti juga sering bertanya-tanya bukan, darimana para pelaku start up ini mendapatkan dana atau modal untuk memulai bisnisnya? Jawabannya adalah dari Venture capital (VC). Lalu apa itu VC dan bagaimana sistem pendanaannya? Berikut ini adalah penjelasannya.

Mengenal Apa Itu Venture Capital
VC atau Venture Capital sendiri merupakan sebuah lembaga keuangan yang mana secara khusus menangani pendanaan atau memberikan dana kepada para pelaku start up agar nantinya bisnis yang dikembangkan tersebut bisa terus berkembang. Tentu saja, start up yang diberikan pendanaan ini adalah start up yang dianggap potensial karena para pemegang kendali dalam managemen investasi ini atau yang biasa disebut venture capitalist tentu saja tidak ingin dana yang diberikan sia-sia. Lalu apa yang didapatkan dengan memberikan pendanaan pada bisnis yang bisa dianggap sangat beresiko ini? Bisa dibilang resiko kegagalan dari start up ini cukup tinggi, mencapai 90%, namun para VC juga akan mendapatkan imbalan yang lebih besar, yakni berupa kepemilikan saham dari start up tersebut.

Berinvestasi atau memberikan dana untuk membuka sebuah bisnis tentulah membutuhkan uang yang sangat banyak. Apalagi jenis bisnis yang dijalankan itu adalah bisnis yang sangat beresiko seperti start up ini. Lalu pertanyaan selanjutnya yang banyak ditanyakan adalah dari manakah sumber pendanaan itu berasal. Sumber pendanaan dari venture capital companies ini juga berasal dari para investor yang umumnya dikenal dengan nama LP (Limited Partner). LP ini juga berasal dari banyak kalangan, mulai dari perusahaan investasi, para konglomerat atau orang-orang kaya maupun para pengumpul dana pensiun. Mereka ini adalah para pemilik uang sebenarnya yang disalurkan oleh Venture Capitalist, sebuah lembaga atau orang-orang yang menyalurkan dana yang didapatkan dari para investor itu kepada para pelaku start up.

Cara kerja dari bisnis venture capital ini pun bisa dibilang cukup sederhana. Dimana pada awalnya para pemilik dana menginvestasikan uangnya kepada para venture capitalist. Istilah yang sering digunakan adalah menitipkan, karena nantinya dana yang dipakai untuk mendanai para pelaku start up ini harus dikembalikan apabila sudah bisa menghasilkan. Selain dana yang digunakan untuk mendanai para start up tersebut, para LP atau investor ini juga memberikan fee atau dana bagi para venture capitalist sebagai pihak mengawasi dan memanage dana investasi mereka. Maka dari itu, ketika dana yang diinvestasikan nantinya sudah memberikan hasil, para venture capitalist tidak hanya harus mengembalikan dana investasi yang dipinjamkan tadi, namun juga fee management yang digunakan untuk mengelola dana investasi tersebut.

Pelaku atau industri start up saat ini memang sedang menjadi primadona. Tak sedikit start up yang berhasil mengembangkan bisnisnya dan menghasilkan keuntungan yang tak bisa dibilang sedikit. Dari peluang inilah kemudian banyak investor yang melirik venture capital sebagai model baru dalam berinvestasi. Tidak hanya para pemilik modal, para venture capitalist atau orang-orang dibalik dana pinjaman ini juga turut mendapatkan keuntungan. Tak heran jika banyak venture capitalist, salah satunya adalah convergencevc.com, yang berlomba-lomba, tidak hanya mencari investor, namun juga menemukan start up yang berpotensi.

COMMENTS