
Wartanusa.id – Douglas Costa baru saja membuat pendukung Bayern Munich cemas setelah kabar dirinya bakal keluar dari tim papan atas Jerman tersebut berhembus. Minggu lalu, kabar bahwa sang pemain tengah berusaha mencari jalan keluar dari tim merebak dengan luas. Dan kabarnya benar-benar mempengaruhi pendukung Bayern Munich yang berharap sang pemain bertahan.
Dalam wawancara terakhir Douglas Costa dengan media Jerman Bild Am Sonntag, sang pemain memberi beberapa pernyataan yang seakan menyatakan dirinya tak begitu bahagia berada di Allianz Arena. Media olah raga dari Jerman tersebut pun seakan menafsirkan Douglas Costa sudah mendapat beberapa tawaran dari banyak tim lain. Mulai dari tim Inggris, Spanyol, Prancis, hingga Tiongkok.
Kabar tersebut tentu saja menjadikan pendukung Bayern Munich cemas. Pasalnya Douglas Costa baru saja kembali dari cedera harmstring pada 19 Oktober lalu dan menujukan aksi yang bagus di tim. Sepanjang musim ini saja Costa sudah mencetak empat gol dan empat assist di semua kompetisi.
Mendengar berita tersebut, pelatih Bayern Munich, Carlo Ancelotti dengan cepat membantah kabar bahwa sang pemain dari Belanda tersebut berniat untuk hengkang. Sang pelatih ini justru menganggap bahwa wawancara tersebut dibuat dengan tekanan dari agen sang pemain. Ancelotti pun menganggap bahwa Costa bahagia berada di Allianz Arena. Selain itu juga bahwa selama ini, sang pemain tak menunjukan tanda apa-apa mengenai keinginan untuk hengkang dari Allianz Arena.
“Saya tidak membaca wawancara tersebut, tetapi saya berbicara dengannya secara reguler. Dia senang berada di sini,” ungkap Ancelotti dalam jumpa pers jelang laga DFB-Pokal kontra Wolfsburg yang akan digelar Rabu (8/2) dini hari WIB.
“Ketika kita membicarakan seorang pemain bahagia atau tidak, ada keterlibatan agen yang mungkin ingin memberikan tekanan kepada klub. Tetapi saya menjalin hubungan langsung dengan si pemain. Dia bahagia dan merasa terlibat di sini. Saya rasa, wawancara itu berisikan gagasan dari sang agen ketimbang si pemain,” terangnya.
Walau begitu, masih mungkinkah sang pemain merasa sebaliknya dan ingin pindah?

















