Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Internasional · 28 Mei 2017 23:26 WIB ·

Diskusi Penuh Ketegangan KTT G7 di Italia


 Diskusi Penuh Ketegangan KTT G7 di Italia Perbesar

WARTANUSA.ID – Pemimpin tujuh negara besar dunia yang dikenal dengan G7 telah menemukan solusi dalam memerangi terorisme, namun gagal dalam menjembatani jurang diantara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin lainnya mengenai masalah trade dan perubahan iklim.

Pada hari pembukaan KTT yang dilaksanakan dua hari, pada hari Jumat para pemimpin tersebut menyetujui sebuah usulan yang dikeluarkan oleh Inggris yang meminta kerjasama dari penyedia layanan internet dan perusahaan media sosial untuk menindak tegas penyebaran konten yang mengilhami kekerasan atas nama agama.

Dalam sebuah pernyataan bersama mengenai terorisme, negara G7 juga bersumpah akan melakukan upaya kolektif untuk melacak dan mengadili pejuang asing yang menyebar dari Suriah dan zona konflik lainnya.

Namun, negara-negera peserta KTT mengalami kebuntuan dalam usaha mereka untuk meyakinkan Trump untuk mempertahankan skema negara ekonomi terbesar di dunia itu dalam kerangka Perjanjian Paris 2015 untuk membatasi emisi karbon guna mengurangi pemanasan global.

Perdagangan bebas juga ikut menjadi masalah. Para pemimpin negara-negara G7 bahkan tidak berusaha menyembunyikan perpecahan mereka di resor puncak bukit Sisilia di Taormina.

Pemilihan tempat yang menghadap ke Mediterania itu mencerminkan keinginan tuan rumah Italia agar pertemuan  tersebut dapat menunjukkan kerjasama melawan arus migrasi ilegal yang mematikan dari Afrika yang berada di dekat negara tersebut.

Tapi diskusi mengenai masalah tersebut juga menemui jalan buntu karena perbedaan dengan Amerika Serikat mengenai beberapa isu yang oleh Presiden Uni Eropa Donald Tusk menyebut “KTT G7 yang paling menantang di tahun-tahun”.

‘Pandangan yang berkembang’

Perdana Menteri Italia Paolo Gentiloni mengakui bahwa tidak ada terobosan baru dalam isu masalah perubahan iklim, yang menggambarkan masa depan pakta Paris yang berstatus “masih tergantung”, karena Trump masih meninjau kembali argumen untuk kesepakatan tersbebut dan mencoba menghapus kesepakatan global tersebut.

Gary Cohn, penasihat ekonomi Trump, mengatakan bahwa pandangan presiden masih dalam tahap “berkembang”.

“Dia datang ke sini untuk belajar,” kata Cohn. “Dasar keputusannya pada akhirnya akan menjadi yang terbaik bagi Amerika Serikat.”

[RZ]

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dukung Larangan Mudik, Angkasa Pura I Hentikan Sementara Penerbangan Penumpang

24 April 2020 - 13:54 WIB

Singapura Nol Korban Virus Corona, Bagaimana Caranya?

19 Maret 2020 - 21:59 WIB

Meksiko Akan Jual Pesawat Kepresidenan untuk Rawat Rakyat Miskin

2 Maret 2020 - 16:55 WIB

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador selalu bepergian dengan penerbangan komersial, bahkan duduk di kelas ekonomi (AFP/ALFREDO ESTRELLA)

Senator Aceh Fachrul Razi Minta Dukungan Uni Eropa Untuk Program Mantan Kombatan

31 Januari 2020 - 17:45 WIB

GENPPARI Dreams Unite the World Through the Bridge of Tourism

10 Januari 2020 - 13:07 WIB

Berobat Ke Gleneagles Penang

9 Januari 2020 - 17:24 WIB

Trending di Internasional