Wartanuaa.id – Langsa | Puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Langsa dibekali landasan nilai perjuangan yang berakar pada Tauhid.
Peneguhan itu disampaikan dalam “Kajian Follow Up” bertema “Menata Arah Perjuangan untuk Membangun Kader yang Kritis dalam Berpikir dan Bijak dalam Bertindak”, Ahad, 28 Juni 2026 di Sekretariat HMI Langsa, Gampong Meurandeh Dayah, Kecamatan Langsa Lama.
Menghadirkan 30 kader dari Universitas Samudra, IAIN Langsa, dan Universitas Cut Nyak Dhien, forum ini menjadi ruang konsolidasi intelektual sekaligus spiritual bagi mahasiswa Islam.
Tauhid: Membebaskan Diri dari “Tuhan-Tuhan Kecil”
Narasumber utama, Dr. Muhammad Dayyan, M.Ec, akademisi IAIN Langsa dan mantan Ketua Umum HMI Banda Aceh, menegaskan bahwa mahasiswa harus berpijak pada nilai yang kokoh.
“Landasan nilai seorang mahasiswa Islam adalah Tauhid. Laa ilaha illa Allah. Artinya membebaskan diri dari tuhan-tuhan kecil: berhala, uang, jabatan, gelar. Hanya Allah tujuan yang disembah,” ujar Dayyan di hadapan peserta.
Menurutnya, konsekuensi logis dari Tauhid adalah tanggung jawab untuk amar makruf nahi mungkar. Mahasiswa tidak boleh apatis. Mereka harus menjadi penyambung kebaikan dan penegak kebenaran di kampus, masyarakat, hingga bangsa.
“Tauhid melahirkan pola pikir yang berujung pada amal saleh. Jika ini jadi dasar, maka akan lahir insan akademis, pencipta, pengabdi yang berorientasi pada masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT,” jelasnya.
Benteng dari Hedonisme dan Materialisme
Dayyan menyebut nilai Tauhid menjadi antitesis dari paham ateisme, hedonisme, materialisme, dan paganisme yang menuhankan hawa nafsu.
“Di era sekarang, kemungkaran datang dalam bentuk baru: penipuan, pamer aurat di media sosial, sikap individualis, apatis, hingga hidup yang hanya mengejar sensasi indrawi dan melupakan spiritualitas,” tegasnya.
Ia menekankan, Tauhid mengajarkan keseimbangan. Antara material dan spiritual, individu dan sosial, dunia dan akhirat. Ilmu pengetahuan harus dibarengi tindakan bijak yang membawa kemaslahatan umat.
“Bagi mahasiswa, Tauhid melahirkan tiga sikap: kritis tanpa rasa takut, percaya diri tanpa merendahkan orang lain, dan berorientasi pada kebenaran serta ilmu pengetahuan,” pungkasnya.
Dukungan Penuh Pengurus HMI Langsa dan Pemkot
Kegiatan ini turut didampingi langsung oleh jajaran pengurus HMI Cabang Langsa. Hadir Abdi Maulana selaku Ketua Umum HMI Cabang Langsa, Fariza Nurdianti selaku Ketua Umum Kohati HMI Cabang Langsa, serta Syarimin, S.Sos selaku Instruktur HMI Cabang Langsa.
Turut hadir pula Sopian Hamid, S.Pd, M.Pd, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Langsa yang memberikan materi. Kehadirannya menunjukkan sinergi antara organisasi kemahasiswaan dengan pemerintah daerah dalam penguatan karakter generasi muda.
Kajian Follow Up ini dilaksanakan oleh HMI Komisariat Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Langsa, HMI Komisariat Fakultas Hukum, dan HMI Komisariat FKIP Unsam.
HMI berharap, dari forum seperti ini akan lahir kader-kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara ideologis dan beradab dalam bertindak.












