
Wartanusa.id – Dua belas personel TNI Angkatan Udara dan satu orang teknisi radar tewas dalam sebuah kecelakaan jatuhnya pesawat Hercules pada Minggu (18/12) di Jayawijaya, Papua.
Ketigabelas korban dapat diidentifikasi setelah tim gabungan dari TNI dan tim SAR tiba di lokasi kecelakaan jatuhnya pesawat Hercules milik TNI AU tersebut. “Pesawat nampak rusak berat dan semua badan pesawat hangus terbakar. Ketiga belas penumpang dan awak pesawat didalamnya tewas.” Ujar kepala Bandara Wamena, Rasbuhani Umar, yang memberikan pernyataan setelah 30 menit pasca kecelakaan terjadi.
Pesawat Hercules C-130 dengan nomor penerbangan A-1334 Navex 32 terbang dari Timika menuka Wamena. Dipiloti oleh Mayor Marlon ditambah 12 kru pesawat. Diketahui pesawat naas tersebut tengah melakukan pelatihan navigasi untuk membawa semen dan karung beras bagi penduduk di Gunung Tengah. Total berat kargo keseluruhan mencapai 12 ton lebih.
Sebelum reruntuhan pesawat ditemukan, pesawat kehilangan kontak dengan air traffic control bandara setempat pada pukul 06:09 WIT. Pesawat lepas landas dari Bandara Moses Kilangin di Timika, Mimika pada pukul 5.35 WIT dan dijadwalkan mendarat di Bandara Wamena Jayawijaya pada 06:09 WIT.
Kondisi cuaca di Wamena yang berkabut ditambah jarang pandang yang hanya mencapai 2 km ditengarai menjadi penyebab jatuhnya pesawat Hercules milik TNI tersebut. Selain pesawat Hercules C-130 yang jatuh ada satu lagi pesawat yang dijadwalkan mendarat di Wamena pada Minggu pagi akan tetapi melihat jarak pandang yang sangat rendah, sebuah pesawat yang lepas landas dari Sentani di Jayapura memutuskan untuk kembali lagi ke Sentani.
“Selain pesawat Hercules milik TNI yang jatuh, ada satu lagi pesawat dari Sentani yang dijadwalkan mendarat di Wamena, namun pesawat tersebut kembali karena jarak pandang yang rendah.” Ujar Rashbuhani.
Pesawat dengan pilot Mayor Pnb Marlon A Kawer membawa kru, yakni Kapten Pnb J Hontian F Saragih ,Lettu Pnb Hanggo Fitradhi, Lettu Nav Arif Fajar Prayogi, Plt Lukman Hakim, Plt Suyata, Plt Kusen, Serma Kudori, Plt Agung Tri, Pld Agung S, Serma Fatoni, dan Serda Suyanto. (as)












