Wartanusa.id – Aceh Timur | Pengerjaan pembangunan jalan Peureulak – Lokop, Aceh Timur pada segmen 1 membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Padahal jalan tersebut merupakan harapan masyarakat di lintas pedalaman Aceh Timur, karena selain mengangkut hasil bumi, jalan tersebut juga menjadi penghubung lintas Kabupaten menuju Gayo Lues dan Aceh Tenggara.
Namun dalam pengerjaannya, pembangunan jalan tersebut seolah mengabaikan keselamatan pengguna jalan, terpantau di segment 1 (satu) yang dimulai dari Gampong Beusa Seberang Kecamatan Peureulak Barat hingga Peunaron.
Selain polusi debu yang terkesan dibiarkan, disana juga terdapat lubang galian yang menganga di pinggiran jalan, dengan kedalaman hampir mencapai 1 meter, tanpa ada rambu atau tanda apapun hingga membahayakan pengguna jalan seperti di wilayah Gampong Kabu hingga ke Teumpeun.
Salah seorang masyarakat yang tak mau disebutkan namanya, kepada media ini mengungkapkan, pengerjaan jalan tersebut, telah mengakibatkan beberapa kali kecelakaan, namun pihak kontraktor tidak pernah peduli.
“Disini belum seberapa, coba ke depan, disana setelah jembatan lebih parah lagi, sudah sering menyebabkan kecelakaan, bahkan pernah ada mobil yang terbalik, apalagi beberapa hari yang lalu, jalan kayak kubangan dibuat, sedangkan masyarakat dan pengguna jalan pada marah,” ujar sumber tersebut. Kamis (27/01/2022)
Memastikan informasi tersebut, tim kami meninjau langsung ke lokasi yang dimaksud, dan benar saja, saat tiba di lokasi, sebuah mobil Pick Up jenis L300 sedang terjebak akibat kandas di badan jalan lintas itu, menyebabkan kemacetan dan umpatan dari pengguna jalan lain yang meilintas.
Tidak ada pekerja maupun petugas yang mengatur kelancaran lalulintas disana. Selanjutnya, tidak ada juga papan proyek disana, apalagi pihak kontraktor yang bisa dikonfirmasi.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pekerjaan Peningkatan Jalan Peureulak-Lokop, Khairul saat dihubungi melalui seluler, Jum’at (28/01/2022) mengatakan dirinya di segment 3 bukan di segment satu.
“Saya bukan di segment 1 bang, kalau mau konfirmasi ke lapangan aja ada kantor disana,” ujar Khairul.
Sementara itu, Ketua DPRK Aceh Timur, Fatah Fikri saat dimintai tanggapannya mengatakan, pihaknya juga sering menerima keluhan dari warga, namun dirinya tidak mengetahui siapa kontraktor pelaksana proyek tersebut.
“Banyak laporan dan keluhan warga yang kami terima, namun sampai sekarang saya juga belum bisa menghubungi pihak kontraktor pelaksana untuk memecahkan permasalahan yang dikeluhkan warga dan Kami harap pihak kontraktor pelaksana tidak mengabaikan unsur keselamatan pengguna jalan serta memperhatikan lingkungan tempat pekerjaannya,” kata Fatah Fikri. [Barmawi]












