Menu ✖

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Jabar · 11 Apr 2018 23:14 WIB ·

Mempertahankan Adat Tradisi Pemdes Majasih Kecamatan Sliyeg Adakan Mapag Sri


 Mempertahankan Adat Tradisi Pemdes Majasih Kecamatan Sliyeg Adakan Mapag Sri Perbesar

Indramayu | WartaNusa – Dalam menyambut panen raya, Pemdes Majasih, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu Jawa Barat menggelar upacara adat Mapag Sri. Acara adat masyarakat petani tersebut digelar di halaman Balai Desa Majasih Rabu (11/04/2018).

Dalam acara Adat mapag sri,  digelar dengan doa Bersama yang dipandu oleh tokoh adat dan ulama. Serta diadakan hiburan seni daerah pagelaran Sandiwara Bina Remaja Indah (BRI) yang di pimpin oleh Mama Doni Desa Majasih Kecamatan Sliyeg.

Seperti yang diutarakan masyarakat Majasih Absir kepada Wartanusa mengatakan, ” upacara Mapag Sri, merupakan kegiatan rutin yang digelar setahun sekali menjelang panen raya.”

Dalam acara Mapag Sri itu Pemdes Majasih menjelaskan “Mapag Sri adalah salah satu adat/budaya masyarakat Indonesia khususnya Jawa dan Sunda yang dilaksanakan untuk menyambut datangnya panen raya sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa.”

Mapag Sri apabila ditilik dari bahasa Jawa halus mengandung arti menjemput padi. Dalam bahasa Jawa halus, mapag berarti menjemput, sedangkan sri dimaksudkan sebagai padi. Maksud dari menjemput padi adalah panen.

Mapag Sri dilaksanakan dengan maksud sebagai ungkapan rasa syukur para petani kepada Tuhan Yang Maha esa karena panen yang diharapkan telah tiba dengan hasil yang memuaskan.

Karna pada umumnya Jawa Barat adalah wilayah dengan banyak keramat. Seperti khususnya di Indramayu untuk para petaninya menjelang panen raya selalu melaksanakan ritual mapag sri, sedangkan untuk para Nelayannya setiap tahunnya selalu melaksanakan ritual Nadran yaitu ritual yang mirip dengan mapag sri.

“Cuma khusus bagi para nelayan di Indramayu. Indramayu sendiri adalah salah satu wilayah di Jawa Barat yang yang mempunyai ratusan tempat yang dikeramatkan dengan macam-macam upacara. Pelaksanaannya ada yang dilakukan setahun sekali, ada juga yang dua tahun sekali.” Ucapnya.

(Asep Sai)

Artikel ini telah dibaca 133 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

500 Orang di Lingkungan DPRD Jabar Divaksin Tahap Pertama

18 Maret 2021 - 23:19 WIB

Sejak Berdiri, Semua Walikota Cimahi Ditangkap KPK, Sekda: Ini Catatan Bagi Kami

27 November 2020 - 21:46 WIB

KPK Tangkap Walikota Cimahi Serta Amankan Uang Senilai 425 Juta

27 November 2020 - 19:22 WIB

Diduga Terima Suap 8,5 M, KPK Tetapkan Anggota DPRD Jawa Barat Sebagai Tersangka

16 November 2020 - 22:29 WIB

AWDI: Hari Pers Nasional untuk Meningkatkan Nilai-nilai Spiritual Insan Pers

12 Februari 2020 - 00:49 WIB

Solusi Banjir Nagreg Adalah Tugas kita Bersama 

5 Februari 2020 - 10:53 WIB

Trending di Jabar