Menu

Mode Gelap
PWI Aceh Serahkan Bantuan Kepada Wartawan Korban Banjir Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Kesehatan · 31 Jul 2021 11:39 WIB ·

Kerusakan Organ Tubuh Karena Kanker Prostat: Ketahui Sebelum Terlambat


 Kerusakan Organ Tubuh Karena Kanker Prostat: Ketahui Sebelum Terlambat Perbesar

Kanker prostat yang dibiarkan tidak diobati akan cepat berkembang. Bahkan bisa jadi kanker langsung menyebar ke kelenjar prostat dan juga ke jaringan lokal. Yang lebih mengerikan, kanker ini dapat menyebar ke hati dan paru-paru. Lalu, apa saja efek kanker prostat yang tidak diobati?

1. Kerusakan pada Vesikula Seminalis

Vesikula seminalis atau lebih dikenal dengan vesikular sebagai kelenjar mani tidak dapat berfungsi baik dalam pembentukan air mani. Kerusakan yang diakibatkan kelenjar prostat akhirnya hanya akan memproduksi 70% dari total volume air mani.

Vesikula Seminalis terletak pada area panggul. Mereka yang sudah terjangkit kanker biasanya tidak menyadari karena kanker ini menyebar sangat lambat dari kelenjar prostat ke bagian tubuh lainnya. Untuk itulah, pria berusia diatas 60 tahun harus tetap melakukan tes kesehatan rutin meskipun tidak merasakan gejala apa-apa pada vesikula seminalis.

2. Dampak Buruk pada Rektum (Kandung Kemih)

Kandung kemih akan mengalami gangguan, terutama untuk produksi air seni. Kanker prostat akan menyerang vesikula seminalis dan rektum secara cepat sebelum merambat ke beberapa organ tubuh lainnya.

Bahkan, terkadang efek pada rektum tidak terdeteksi oleh penderita. Pasalnya, mereka mungkin merasa hanya sering buang air kecil dengan aliran dari urin yang berkurang. Efek yang sudah parah adalah saat penderita kesulitan buang air kecil, dan mereka masih merasa harus buang air kecil padahal sudah melakukannya.

3. Bisa Memunculkan Tumor Baru di Tulang

Sel-sel kanker menyebar ke tulang dengan melepaskan diri dari kelenjar prostat. Mereka tidak dapat terdeteksi oleh sistem kekebalan tubuh yang menurun. Sel-sel kanker ini kemudian menumbuhkan tumor baru di tulang.

Kanker dapat menyebar ke tulang manapun pada tubuh, tetapi efek terparah adalah tulang belakang. Bagian lain yang biasa terpapar sel kanker, adalah panggul, kaki bagian atas, lengan, serta tulang rusuk.

4. Meningkatkan Risiko Gangguan Jantung

Perawatan kanker prostat atau kanker apapun dapat menyebabkan kerusakan pada jantung, atau penyempitan arteri yang mengalirkan darah ke jantung. Banyak dokter merekomendasikan pasien kanker untuk mendapatkan penilaian risiko jantung formal sebelum memutuskan metode pengobatan kanker.

Kemoterapi tertentu dapat meningkatkan risiko kardiomiopati atau serangan jantung. Radiasi, terutama ke area tubuh yang mencakup jantung, juga dapat meningkatkan risiko kardiomiopati dan serangan jantung.

5. Komplikasi Neurologis

Komplikasi neurologis muncul sebagai imbas pasien kanker prostat. 15-30 % metastasis adalah hasil dari sel kanker yang merambat melalui pleksus Batson ke tulang belakang lumbar. Penyakit metastasis di daerah lumbal dapat menyebabkan kompresi sumsum tulang belakang.

Metastasis ke bagian-bagian tubuh yang jauh terjadi pada kurang lebih 2% pasien dengan jenis kanker ini. Penyakit yang paling sering muncul dari metastasis otak karena kanker ini adalah Karsinoma leptomeningeal.

Untuk itulah perlu adanya pendeteksian dini untuk mencegah kanker sampai ke otak. Dokter perlu mempertimbangkan metastasis pada diagnosa.

Termasuk saat pasien mengalami nyeri di bagian punggung bawah atau sakit kepala berkepanjangan pada pria berusia lebih dari 50 tahun. Sedangkan kompresi sumsum tulang belakang memerlukan perawatan darurat dengan pengobatan kortikosteroid serta pereda nyeri sebelum akhirnya mendapat penanganan lanjutan.

6. Paru-paru

Proses penyebaran yang sampai ke paru-paru tentu hampir sama dengan proses penyebaran kanker dari prostat ke jantung. Kondisi akan lebih parah apabila paru-paru penderita tidak dalam kondisi prima, terutama mereka yang sudah lama menderita pneumonia.

Kanker prostat pada tahapan awal mungkin tidak memerlukan penanganan mendalam seperti radiasi atau kemoterapi. Pada proses ini, dokter akan menunda radiasi dengan memberikan pengobatan serta terus mengontrol kondisi pasien melalui tes darah.

Artikel ini telah dibaca 264 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kota Langsa Mulai Pencanangan Sub-PIN Polio

12 Desember 2022 - 13:09 WIB

Kabupaten Simeulue Mulai Laksanakan PIN Polio secara Serentak

12 Desember 2022 - 12:38 WIB

Foto : Pelaksanaan PIN Polio pada Siswa SD di Simeulue.

Penderita HIV/AIDS Meningkat, Ketua DPRK Langsa Minta Dinkes Proaktif

25 Oktober 2022 - 15:01 WIB

Tim Gabungan di Langsa Temukan Tiga Obat Sirup Larang Edar

24 Oktober 2022 - 20:24 WIB

Tim gabungan melakukan pengecekan terhadap obat sirup yang dilarang edar.

Pasien HIV/AIDS di RSUD Langsa Meningkat

20 Oktober 2022 - 19:20 WIB

Wadir Pelayanan RSUD Langsa, dr. Indriany Eka Putri.

Memanfaatkan Akses Pemasaran Online, Penjualan Flimty Terus Meningkat

12 Oktober 2022 - 12:57 WIB

Trending di Kesehatan