Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Headlines · 12 Feb 2017 22:50 WIB ·

Kementerian Lingkungan Hidup Meneliti Sumber Energi Listrik dari Bambu


 merdeka.com Perbesar

merdeka.com

merdeka.com

Wartanusa.id – Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tengah melakukan penelitian untuk menghasilkan energi listrik dari tanaman bambu. Menurut Tandya Tjahjana, kepala pusat penelitian, bamboo bisa digunakan untuk menghasilkan energi.

“Bambu juga bisa menjadi sumber potensial energi listrik. Dalam konsep sederhana, bamboo telah lama digunakan sebagai bahan bakar tungku dalam memasak,” ujar Tandya di Kabupaten Selaman, Provinsi Yogyakarta, Sabtu (11/2).

Bambu dapat digunakan sebagai sumber energi listrik alternatif dan yang terpenting sekarang adalah menemukan cara untuk mengolah bambu untuk menjadi kekuatan pendorong pembangkit listrik. “Penelitian ini sedang berlangsung dengan menggunakan bambu untuk menghasilkan energy dan telah dilakukan di beberapa daerah. Tanaman bambu dapat terbakar dengan cepat dan menghasilkan panas yang dibuktikan dalam penelitian,” sambung Tandya.

Tandya mengatakan jika penelitian tersebut mampu menemukan cara untuk mengolah bambu menjadi sumber energi listrik alternatif, maka akan sangat membatu pemerintah dalam menyediakan pasokan energi  listrik bagi masyarakat.

“Pemerintah secara akktif mewujudkan program untuk menghasilkan 35 ribu megawatt listrik. Mudah-mudahan bamboo bisa menjadi sumber energi alternative untuk pembangkit listrik dalam rangka membantu pemerintah merealisasikan program tersebut,” ujarnya.

Keuntungan lain adalah bahwa bambu dapat tumbuh dengan cepat di semua jenis tanah dan ketinggian. “Kabupaten Sleman secara aktif mengembangkan bambu sebagai produk hutan non-kayu,” katanya.

Industri kerajinan bambu telah berkembang pesat di Kabupaten Sleman sebagaimana Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menetapkan Sleman sebagai pusat pengembangan industri komoditas bambu di Indonesia.

“Prospek budidaya bambu diklasifikasikan sangat luar biasa. Adanya teknologi yang mampu mempercepat proses pertumbuhan bambu juga sangat membantu. Hal ini sangat luar biasa dan kami telah mempraktikkannya di lapangan. Kami bekerja di pusat penelitian yang bertugas mendukung program pemerintah,” sambungnya.

Masyarakat Indonesia sedari dulu juga sudah akrab dengan bambu dimana bambu biasa digunakan untuk membangun rumah seperti dinding, pagar, maupun tiang penyangga atap. Selain itu juga perkakas dapur juga ada yang terdapat dari anyaman bambu.

(as)

Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Didampingi Wali Kota, Menko Pangan Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kota Langsa

14 Desember 2025 - 15:05 WIB

PWI Langsa Galang Donasi

8 Desember 2025 - 11:02 WIB

Korban Banjir Aceh Tamiang Mulai Diserang Penyakit, Butuh Obat dan Air Bersih

8 Desember 2025 - 09:57 WIB

Salah satu titik pasca banjir di Aceh Tamiang.

KOPAZKA Desak Pemerintah Pusat Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Banjir Aceh

7 Desember 2025 - 12:47 WIB

Seluruh Masyarakat Langsa Baik ASN, TNI/Polri akan Terima BLT dan Bantuan Pangan Pasca Banjir, Berikut Mekanisme Penyalurannya

5 Desember 2025 - 12:32 WIB

Tangani Dampak Banjir, Wali Kota Langsa Salurkan BLT dan Bantuan Pangan kepada Seluruh Warga

4 Desember 2025 - 15:38 WIB

Trending di Aceh