
Wartanusa.id – Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tengah melakukan penelitian untuk menghasilkan energi listrik dari tanaman bambu. Menurut Tandya Tjahjana, kepala pusat penelitian, bamboo bisa digunakan untuk menghasilkan energi.
“Bambu juga bisa menjadi sumber potensial energi listrik. Dalam konsep sederhana, bamboo telah lama digunakan sebagai bahan bakar tungku dalam memasak,” ujar Tandya di Kabupaten Selaman, Provinsi Yogyakarta, Sabtu (11/2).
Bambu dapat digunakan sebagai sumber energi listrik alternatif dan yang terpenting sekarang adalah menemukan cara untuk mengolah bambu untuk menjadi kekuatan pendorong pembangkit listrik. “Penelitian ini sedang berlangsung dengan menggunakan bambu untuk menghasilkan energy dan telah dilakukan di beberapa daerah. Tanaman bambu dapat terbakar dengan cepat dan menghasilkan panas yang dibuktikan dalam penelitian,” sambung Tandya.
Tandya mengatakan jika penelitian tersebut mampu menemukan cara untuk mengolah bambu menjadi sumber energi listrik alternatif, maka akan sangat membatu pemerintah dalam menyediakan pasokan energi listrik bagi masyarakat.
“Pemerintah secara akktif mewujudkan program untuk menghasilkan 35 ribu megawatt listrik. Mudah-mudahan bamboo bisa menjadi sumber energi alternative untuk pembangkit listrik dalam rangka membantu pemerintah merealisasikan program tersebut,” ujarnya.
Keuntungan lain adalah bahwa bambu dapat tumbuh dengan cepat di semua jenis tanah dan ketinggian. “Kabupaten Sleman secara aktif mengembangkan bambu sebagai produk hutan non-kayu,” katanya.
Industri kerajinan bambu telah berkembang pesat di Kabupaten Sleman sebagaimana Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menetapkan Sleman sebagai pusat pengembangan industri komoditas bambu di Indonesia.
“Prospek budidaya bambu diklasifikasikan sangat luar biasa. Adanya teknologi yang mampu mempercepat proses pertumbuhan bambu juga sangat membantu. Hal ini sangat luar biasa dan kami telah mempraktikkannya di lapangan. Kami bekerja di pusat penelitian yang bertugas mendukung program pemerintah,” sambungnya.
Masyarakat Indonesia sedari dulu juga sudah akrab dengan bambu dimana bambu biasa digunakan untuk membangun rumah seperti dinding, pagar, maupun tiang penyangga atap. Selain itu juga perkakas dapur juga ada yang terdapat dari anyaman bambu.
(as)

















