Menu

Mode Gelap
PWI Aceh Serahkan Bantuan Kepada Wartawan Korban Banjir Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Lifestyle · 14 Apr 2021 01:56 WIB ·

Inovasi Warga Seulalah Baru Manfaatkan Lahan Budidaya Cabai Berkualitas


 Inovasi Warga Seulalah Baru Manfaatkan Lahan Budidaya Cabai Berkualitas Perbesar

Wartanusa.id | Melalui kerja sama, ketekukan dan keuletan warga Seulalah Baru Kecamatan Langsa Lama dalam memanfaatkan lahan duduk untuk membudidayakan cabai mulai membuahkan hasil.

Berkat kerja keras warga yang berkumpul dalam Kelompok Tani Usaha Bersama Gampong Seulalah baru yang terdiri dari ibu-ibu dan bapak-bapak warga sekitar telah menciptakan suatu usaha inovatif yang kemudian dapat membantu perkembangan ekonomi mereka melalui pemanfaatan lahan yang tersedia menjadi kebun cabai bersama.

Hal ini merupakan gerakan yang diciptakan warga untuk terus mewujudkan sumber daya, menciptakan suatu usaha dan mengelola suatu perkumpulan yang memberikan banyak manfaaat pada desa dan warga sekitar.

Kebun cabai ini hanya memiliki luas tanah 2 rantai dan diawasi oleh para anggota kelompok tani tersebut, mulai dari proses awal pembibitan, perawatan tanaman cabai, proses panen hingga segala sesuatu menyangkut penjualan dan pembelajaan.

Kesatuan yang dikelola oleh pemerintahan desa ini telah menciptakan kegiatan yang sangat berfaedah. Tentu hal yang sangat bermanfaat ini memberikan keuntungan bagi warga dan desa.

Dimana, saat panen dapat dirasakan oleh para yatim piatu hingga fakir miskin melalui sedekah berupa cabai yang dibagi-bagikan kepada warga yang membutuhkan.

Berangkat dari niat baik warga yang rajin dan tekun dalam bertani, serta bentuk perwujudan untuk memberdayakan lahan yang ada disekitar gampong menjadi sesuatu yang dapat membuat warga melahirkan gagasan untuk menciptakan kelompok tani yang kemudian membuka lahan pertanian cabai ini.

Pada awal mula pergerakan mereka yang berjalan dengan biasa saja tanpa adanya perkembangan yang siknifikan kelompok tani ini telah mengalami banyak proses jatuh bangun selama ia berdiri.

Pembukaan lahan cabai ini dimulai pada tahun 2019 hingga kemudian berhasil dalam panen pertamanya pada 12 bulan kemudian.

Kelompok Tani Usaha Bersama ini telah memanen cabai sebanyak 4 kali terhitung sejak awal 2021.

Kini mereka telah memiliki jangka waktu yang pasti saat menunggu panen yaitu 4 bulan sekali.

Setelah panen cabai yang didapati akan dipasarkan disekitar Kota Langsa, dibagikan pada para anggota hingga kemudian dibagikan juga kepada penduduk yang membutuhkan.

Pengadaan bibit cabai dalam proses penanaman disediakan oleh ibu-ibu anggota kelompok tani yang kemudian ditanam, dirawat dan dikelola menjadi lahan cabai hingga panen.

Kegiatan ini bukan hanya merupakan lapangan pekerjaan namun juga tempat belajar bagi siapapun yang ingin membuka lahan pertanian khususnya budidaya cabai, siapapun dapat belajar cara merawat tanaman cabai hingga proses pemasarannya dari anggota Kelompok Usaha Tani Bersama ini.

Cabai sebagai salah satu jenis rempah-rempah yang selalu dicari oleh siapapun dan menjadi primadona di pasar tradisional merupakan sumber dari makanan pedas yang juga sesuai dengan selera masyarakat Indonesia, terkhusus Aceh dengan berbagai jenis cabai yang dijajakan di pasar, masyarakat akan cenderung memburunya.

Terlepas dari itu, lahan yang disediakan oleh warga juga menjajikan untuk dapat dijadikan sumber budidaya cabai dimana tempat yang beriklim tropis akan mendukung pertumbuhan tanaman cabai.

Maka dari itu cabai dapat menjadi sumber pendapatan yang mampu mendorong perkembangan ekonomi masyarakat.

Proses Tanam dan Tata Cara Memilih Bibit Cabai Berkualitas

Proses yang mereka terapkan dalam merawat kebun dimulai dari pengelolaan bibit, penyiraman tamanan, jarak antar tanaman hingga proses panen.

Kelompok Tani Usaha Bersama telah memilih cabai berkualitas yang laku di pasaran, tentu melalui bibit yang baik dan tata cara pengolahan yang baik, dimana bibit dipilih terlebih dahulu agar dapat disesuaikan dengan jenis lahan yang ingin ditanami.

Bibit akan memperngaruhi kualitas cabai, cabai yang berkualitas baik, berasal dari induknya yang besar dengan bentuk yang mengkilap dan terlihat menarik.

Buah cabai ini hendaknya dipilih dari hasil panen yang ke 4-6 karena buah dari masa-masa itu akan menghasilkan cabai yang berkualitas baik dan akan menjadi biji cabai yang siap untuk dapat dijadikan bibit.

Cabai itu dipotong menjadi 3 bagian kemudian bibit yang akan diambil adalah yang berasal dari potongan tengah.

Biji cabai itu kemudian dijemur hingga 3 hari atau lebih dari itu. benih ini dapat digunakan apabila disimpan di tempat yang kering agar dapat bertahan lebih lama.

Biasanya, petani menyemai benih terlebih dahulu untuk dapat menghasilkan produk yang berkualitas baik dan memberi naungan untuk tempat penyimpanan benih berupa media tanam dan polybag untuk menghidari benih dari sinar matahari secara langsung.

Seminggu sebelum penanaman media tanam disiram terlebih dahulu dengan larutan perangsang tumbuhan.

Adapun perawatan yang dilakukan pada lahan dan tanaman adalah dengan cara penyiraman secara menggenang pada tanaman pada saat musim kemarau tiba serta pemeriksaan pada tanaman dalam jangka waktu 2 minggu sekali untuk memastikan bahwa tanaman tumbuh dengan baik.

Pada saat panen, cabai dipetik dengan tangkainya untuk dapat membuatnya bertahan lebih lama, buah yang sudah matang dapat ditandai dengan kulitnya yang berwarna kemerahan dan biasa dipetik pada pagi hari agar lebih segar dan sehat saat panennya.

Melalui kegiatan inilah warga yang berprofesi sebagai petani cabai bekerjasama untuk dapat menghasilkan buah cabai yang dapat terus bersaing di pasar, mengingat masakan tradisional Aceh sendiripun khas akan rasanya yang pedas dan menggugah selera.

Tak salah lagi bahwa budidaya cabai merupakan usaha yang sangat menjanjikan jika dibarengi dengan perawatan dan pembibitan yang baik oleh para petaninya.

Kelompok Tani Usaha Bersama telah membuktikan lewat upaya mereka dalam menghasilkan cabai yang berkualitas baik, laku di pasaran dan mampu membantu ekonomi masyarakat terkait hingga membangkitkan rasa sosial yang tinggi dimana masa panen akan dapat dirasakan oleh para penduduk yang membutuhkan disekitaran gampong Seulalah Baru.

Hal ini merupakan kegiatan kreatif dan inovatif untuk dapat terus terlibat dalam pasar dan dunia bisnis. Ini adalah hasil dari kekompakan tim, manajemen yang baik serta kepercayaan yang diberikan secara mutlak pada petani cabai hingga mereka dapat mengelola lahan dengan sebaik mungkin.

Maka dari itulah kelompok tani ini terbilang berhasil dalam menciptakan suatu produk yang terus terlibat di pasaran hingga sekarang, ini dapat menjadi hal yang dicontoh oleh siapapun yang berniat untuk membuka lahan untuk bertani cabai, melalui berbagai proses yang dapat dijadikan hikmah dan ilmu sangat berharga tentang tata caranya.

Sejauh ini Kelompok Tani Usaha Bersama masih tetap menjaga kualitas produknya, tetap kompak dan mempertahankan kerjasama yang baik serta produk yang dihasilkan tetap digemari dan menjadi incaran di pasar.

 

[Penulis merupakan mahasiswa IAIN Langsa, Jurusan Ekonomi Syariah, Artikel ini disajikan untuk tugas belajar Kuliah Pengabdian Masyarakat Kerja Sosial (KPM-KS) Tematik 2021]

Artikel ini telah dibaca 162 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Poktan Juli Tani, Penghasil Ribuan Ton Cabai Merah per Tahun

9 November 2022 - 12:33 WIB

Penyemaian bibit Cabai Poktan Juli Tani, Desa Sidodadi Ramunia.

Perkembangan Plafon Rumah untuk Hunian yang Lebih Mewah dan Elegan

10 Agustus 2022 - 21:50 WIB

plafon pvc

Inilah 6 Produk Parfum Khusus Wanita Dari Brand Bies

31 Juli 2022 - 09:48 WIB

Tips Merawat Kulit Menggunakan Skincare Yang Mengandung Glycolic Acid

16 Juli 2022 - 07:07 WIB

Jaminan Akal-Akalan Penguasa Buruh Makin Resah

21 Februari 2022 - 08:06 WIB

Budidaya Madu Kelulut Primadona di Masa Pandemi

19 Januari 2022 - 14:46 WIB

Trending di Aceh