Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Headlines · 26 Des 2016 07:06 WIB ·

Bukan Pakai Peci, Orang Ini Malah Pakai Topi Santa Saat Hadiri Haul Gus Dur


 Bukan Pakai Peci, Orang Ini Malah Pakai Topi Santa Saat Hadiri Haul Gus Dur Perbesar

pakai topi santa saat haul gusdur

Salah seorang jamaah mencuri perhatian publik pada Jumat lalu (23/12) pada saat menghadiri acara yang digelar untuk memperingati haul ke-7 wafatnya presiden keempat Republik Indonesia dan guru bangsa, KH. Abdurrahman Wahid atau yang kerap disapa Gus Dur. Seorang jamaah tersebut menggunakan pakaian koko tetapi ada yang janggal di kepalanya. Bukannya peci, jamaah tersebut justru malah menggunakan topi santa.

Memakai aksesoris Natal seperti topi Santa tetapi juga mengenakan pakaian khas Muslim sangat aneh dan tidak umum dikalangan umat muslim, apalagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa baru-baru ini yang menyatakan bahwa umat Islam haram hukumnya mengenakan atribut Natal, seperti topi santa misalnya.

Halim, jamaah yang hadir pada haul Gus Dur mengenakan topi Santa. Menurutnya, hal tersebut mengingat umat Kristiani Indonesia akan merayakan hari Natal pada Minggu (25/12).

“Ini hanya sikap toleransi saja,” ujar Halim.

Halim yang datang bersama seorang temannya ini mengaku tak takut mengenakan topi Santa di antara ratusan jamaah itu.”Saya tidak takut (pakai topi natal). Saya beli topi ini tahun lalu di salah satu pusat perbelanjaan.”

Menurut Halim, ini adalah kali ke tiga ia datang dalam peringatan wafatnya mantan Presiden ke-4 RI tersebut. Dia pun memberikan kesan tentang almarhum Gus Dur. Menurutnya Gus Dur adalah bapak pluarlisme yang sangat menyayangi rakyatnya pada saat menjadi presiden.

Haul Gus Dur diperingati setiap tahunnya untuk menghormati warisan kearifannya dan menghidupkan kembali gagasannya terkait plularisme dan menghormati kelompok-kelompok minoritas.

Putri sulung Gus Dur, Alissa Wahid, mengatakan visi serta ide-ide dari almarhum ayahnya hingga kini masih relevan, terutama di tengah meningkatnya sektarianisme.

“Menanggapi meningkatnya budaya kebencian di kalangan umat Islam dan penganut agama lain baru-baru ini, kita merasa pemikiran-pemikiran Gus Dur masih relevan hingga saat ini guna menyebarkan nilai-nilai Islam yang dilakukan oleh Gus Dur,” kata Alissa Wahid dalam sebuah pernyataan.

Setahun setelah menjabat, Gus Dur mengeluarkan peraturan yang secara resmi mengakui Konghucu, agama yang dianut oleh banyak orang Cina-Indonesia, dimana agam tersebut telah dilarang untuk menampilkan budaya mereka selama pemerintahan otoriter Presiden Soeharto.

(as)

Artikel ini telah dibaca 158 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mulai 08 Juli 2026, Warga Kota Langsa Bisa Daftar Nikah Gratis di Pendopo

5 Juli 2026 - 22:19 WIB

Mahar Nikah Gratis Kota Langsa.

Tim PKM Dosen USCND dan STIM Pase Wujudkan Inovasi Produk Unggulan UMKM di Kota Langsa

18 Juni 2026 - 20:54 WIB

Pembekalan pada produk dendeng jantung pisang di Gampong Sidodadi.

Pascasarjana IAIN Langsa Sosialisasi PMB di Kabupaten Langkat

5 Mei 2026 - 14:36 WIB

Polemik Desil, Pemuda Muslimin Aceh Usul Gubernur Bentuk Lembaga Khusus Urusan JKA

29 April 2026 - 11:14 WIB

Ketua Pemuda Muslimin Aceh, Dr. Yulizar Kasma.

Pemko Langsa Juara 1 Kategori Pengendali Inflasi Terbaik Se Sumatera

25 April 2026 - 22:02 WIB

Konstatering Putusan Perkara Perbuatan Melawan Hukum oleh PN Langsa Berlangsung Ricuh

23 April 2026 - 17:11 WIB

Trending di Aceh