Menu

Mode Gelap
PWI Aceh Serahkan Bantuan Kepada Wartawan Korban Banjir Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Jateng · 22 Feb 2020 15:51 WIB ·

Beberapa Elemen Masyarakat, Menolak Kombatan ISIS Ke Lamongan


 Beberapa Elemen Masyarakat, Menolak Kombatan ISIS Ke Lamongan Perbesar

Wartanusa.id – Lamongan | Formal melakukan aksi turun jalan, dengan start depan kantor PLN menuju ke kantor Kemenag Kabupaten Lamongan. “Aksi tersebut untuk menyampaikan keberatan atas wacana isu pemerintah RI, yang akan memulangkan Kombatan ISIS ke Indonesia, termasuk yang dari Kabupaten Lamongan ada kurang lebih 50 orang,” ujar Makrus Ali Korlap aksi Formal 212. Jum’at (21/02/2020) sekitar pukul 10.00 Wib

Sudah jelas mereka para Kombatan ingin pulang, karena kekalahan perang ISIS dengan negara negara timur tengah, dan terjebak dalam penderitaan yang panjang dalam penjara pemerintah Suriah.

Dikhawatir bila rencana pemerintah, dalam hal ini Menteri Agama merealisasikan kepulangan para kombatan tersebut akan menimbulkan polemik dan yang pasti bibit-bibit terorisme tidak akan pernah musnah di republik ini.

Dalam kesempatan yang sama, Andre ketua Pemuda Pancasila Lamongan juga mengungkapkan hal yang sama, bahwa wacana kepulangan Kombatan ISIS bila diambil benar, maka pemerintah telah membuat keputusan yang fatal.

“Apa tidak ada lagi program-program buat masyarakat yang lebih membangun dari pada buang-buang anggaran untuk memulangkan para kombatan tersebut. Bila benar mereka eks ISIS itu benar-benar dipulangkan, maka kami bersama elemen pemuda Pancasila, Ansor Banser, dan para mahasiswa akan jadi garda terdepan menghalau mereka,” kecamnya.

Selain itu juga bersihkan semua oknum-oknum ASN yang sudah terpapar faham radikal, agar tidak jadi benalu dalam pemerintah Republik Indonesia. Kenapa mereka patut disebut benalu, karena mereka sudah tidak punya rasa malu dengan tetap mengais rejeki lewat negeri ini, namun negara kita Indonesia, bendera kita merah putih disebutnya dengan sebutan “Thogut”.

“Kami mendesak untuk segera mereshuffle kabinet, yaitu Menteri Agama, Fahrur Rozi yang telah banyak bermanuver dan menjadikan polemik di tingkatan bawah masyarakat,” tambah Masyhur Ketua PC Ansor Lamongan.

Sholeh, Kepala Kemenag Kabupatem Lamongan saat menemui para massa aksi di depan kantornya, menyampaikan sepakat dengan aspirasi para massa aksi. “Kemenag Lamongan tegas menolak kedatangan eks ISIS Indonesia dalam hal ini Lamongan. Dan juga berjanji membersihkan oknum oknum PNS di kemenag Lamongan, bila di temukan mereka sudah terpapar faham radikalis atau ISIS,” kata H Soleh.

Setelah massa aksi diterima Kemenag Lamongan, massa aksi dari PMII, Pemuda Pancasila, Ansor Banser, Pospera, Fatayat, Pagar Nusa, IPNU IPPNU Lamongan pun membubarkan diri dengan tertib. (Hari Riswanto)

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dampak Covid-19, Alumni AKABRI 89 Gelar Bakti Sosial di Sragen

4 Juli 2020 - 19:27 WIB

Cegah Virus Covid 19, Forkopimda Gresik Himbau Warga Beribadah Di Rumah

31 Maret 2020 - 01:08 WIB

Pemuda Ini Wakafkan 24 Kamar Homestay Miliknya Untuk Tempat Beristirahat Tenaga Medis

27 Maret 2020 - 21:47 WIB

Rapim Kodam, Ajang Evaluasi dan Penyampaian Kebijakan Pelaksanaan Progja

6 Maret 2020 - 21:52 WIB

Universitas Muhammadiyah Gresik Mewisuda 365 Mahasiswa

29 Februari 2020 - 17:12 WIB

Tiga Pilar, Mendukung Program Pelestarian Lingkungan Bertema “Plosowahyu Hijau”

1 Februari 2020 - 15:26 WIB

Trending di Jateng