Bogor, Wartanusa.id – Akibat hujan deras, saluran air tak mampuh menapung debit air hingga sebabkan turap penyangga tebing ambruk menimpa dua unit sepeda motor dan satu rumah warga bagian depan hancur, Kamis (19/12/2019).
Kejadian tersebut berlokasi di Kp Gunungputri Utara RT 03/RW 013 Desa Gunung Putri Kabupaten Bogor. Turap gang yang berdiameter 50 mk x 5 mk sebagian ambruk.
Menurut Eka, diri nya tidak menduga akan terjadi longsor separah ini. “Pas saya pulang ke rumah mertua, niat mau jenguk istri sebelum berangkat ke tempat kerja, tiba-tiba ujan cukup deras lalu saya berteduh namun sekitar pukul 17:30 turap yang belum lama dibuat oleh pihak Desa ambruk dan menimpah motor saya”, ucapnya.
Eka menambahakan, ini kan baru juga sekitar lima bulan turap dibangun ko sudah ambruk?, saya berharap pihak Desa dan penaggung jawab pembuatan turap dapat memberikan solusi membenahi dan mengganti motor saya, karena ini alat transportasi saya cari napkah”, pungkasnya.
Sementara itu, Padli menuturkan diri nya merasa yakin karena pengerjaan kontruksi sudah sesuai SPEC dan RAB.
“Saya juga sudah menyarankan ke Pak RT dan warga setempat untuk segera menguruk sebagian tanah yang kosong namun sampai saat ini belum dikerjakan sama pihak masyarakat hingga tanah bergeser mendorong turap”, tandasnya.
“kita pun sudah memberikan solusi kepada warga untuk dipasang peralon buangan air karena kalau menggunakan tanah susah cari nya, kami juga akan coba dengan membuat bak kontrol supaia air ketampung lalu dialirkan menggunakan peralon buangan. Setiap bulan kami selalu mengontrol bahkan disaat turun hujan beberapa waktu lalu. Saya kelokasi karena waktu itu hujan dua hari dua mlm saya hawatir terjadi sesuatu”, ungkapnya.

Masih kata Padli, sehubungan anggaran terbatas kami pun menyarankan agar warga melakukan swadaya yang nanti nya pihak TPK akan membantu semampu kami untuk pembelanjaan peralon, dari mulai bulan September saya cek akan tetapi warga belum juga melakukan pengurukan seutuh nya sehingga terjadi begini. Saya dapat mengetahui air itu mendorong tanah, kami akan lakukan musyawarah dengan pihak Desa agar secepat nya kami bangun kembali menggunakan sebagian bahan yang ada dan merubah posisi bangunan turap supaia bencana alam sperti ini tidak ulang lagi”, tuturnya.
Ditempat berbeda, Pery Ardiansyah S.H selaku kepada Desa PJS menyampaikan kepada awak media disela acara sertijab (Serahterima Jabatan) dikantor Kecamatan Gunung Putri, kamis (19/12/2019). “Alhamdulillah sebagian pekerjaan sudah dilaksanakan dan untuk laporan nya akan saya serahkan nanti diacara sertijab menyangkut dana Desa memang belum cair karena keterlambatan pengajuan. Terkait turap yang ambruk saya baru mendapat laporan dari rekan-rekan tadi malam malam, dikarenakan debit hujan terlalu
besar dan kita juga tidak bisa menahan Alam, kebetulan kemarin itu pas dengan acara pelantikan kepala Desa, secara subtansi administrasi itu bukan tanggung jawab saya akan tetapi proyek pekerjaan sebelum nya sudah dikerjakan oleh tim TPK.
“Saya bertanggung jawab terhadap progres pekerjaan karena kami memberikan pekerjaan itu kepada tim pelaksana kegiatan dan unsur-unsur nya sudah terpenuhi, TPK kami bukan seluruh nya unsur dari desa karena Desa administrasi cuman dua sisa nya secara profesional dan untuk penanganan selanjutnya kami menunggu tindak lanjut dari Kecamatan dan Daerah,
karena sudah ditembuskan oleh pihak Dinas BPBD terkait masalah longsor yang memeang menjadi tanggung jawab kita bersama bukan hanya pejabat kepala desa saja.” tutupnya.
Reporter : Ask
Editor : A. Wahyudin,SE














