Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Aceh · 7 Nov 2018 17:13 WIB ·

Alam Peudeung di Istana Raja Tamiang


 Alam Peudeung di Istana Raja Tamiang Perbesar

ACEH TAMIANG – Bendera pemersatu Aceh, Alam Peudeung tampak berkibar di halaman dan komplek Istana Karang peninggalan raja Tamiang di Karang Baru, Aceh Tamiang, Rabu (7/11).

Belum diketahui secara pasti siapa yang mengibarkan bendera tersebut. Apakah pihak penggelola istana, keturunan raja Tamiang atau pihak lainnya.

Amatan wartawan, bendera tersebut berkibar di halaman depan Istana peninggalan Raja Pucuk Sulong tersebut. Kemudian, di atas atap sebelah kanan dan di sisi komplek istana lainnya.

Wakil Ketua Forum Komunikasi Generasi Muda Aceh Tamiang (Fokus GMAT), Ibrahim yang diminta tanggapannya menuturkan, berkibarnya bendera Alam Peudeung di komplek Istana Karang bisa diartikan bahwa bendera tersebut adalah keinginan rakyat atas bendera persatuan Aceh.

“Dugaan kita bahwa itu keinginan rakyat, Alam Peudeung bendera pemersatu yang sebelumnya pernah dikibarkan keturunan raja-raja Aceh baik di Teumeurehom Daya maupun di Kutaraja,” sebutnya.

Kata Ibrahim, berkibarnya bendera Alam Peudeung di Istana Karang adalah wujud harapan rakyat Tamiang kepada elit Aceh untuk bisa mengakomodir bendera persatuan tersebut sebagai bendera Aceh.

“Kita melihat ada keinginan kuat untuk Alam Peudeung sebagai bendera Aceh sebagaimana kekhususan dalam UUPA. Aceh berhak memiliki bendera dan hymne daerahnya,” ujar Ibrahim.

Selain itu, dia menyoroti tidak adanya pelestarian terhadap situs sejarah khususnya Istana Karang oleh pemerintah daerah setempat.

“Selama ini Istana Karang terkesan kumuh, tidak ada pelestarian atau pemugaran. Situs sejarah ini penting sekali. Pemerintah harus peduli,” tuturnya.

Sejatinya, sebuah Istana harus tampak rapi, bersih dan dijadikan pusat kebudayaan. Tidak menutup kemungkinan, dijadikan museum misalnya, pungkas Ibrahim. [Red]

Artikel ini telah dibaca 112 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

500 Calon Mahasiswa Internasional Daftar Kuliah di IAIN Langsa

21 Juli 2026 - 15:04 WIB

Pemko Langsa Lepas Sambut Kapolres Baru

21 Juli 2026 - 08:16 WIB

189 Suara Hantarkan Muhammad Irwan jadi Geuchik Seunebok Antara

20 Juli 2026 - 15:03 WIB

Muhammad Irwan, Geuchik Terpilih Seunebok Antara.

Euforia Final Piala Dunia 2026, Wali Kota Langsa Nobar Dengan Ribuan Warga di Lapangan Merdeka

20 Juli 2026 - 12:57 WIB

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Langsa Monev Penyaluran Bantuan Buku Bermutu

20 Juli 2026 - 12:15 WIB

Terpilih jadi Geuchik, Rizal Jasnun: Mari Kita Bangun Gampong

19 Juli 2026 - 23:46 WIB

Rizal Jasnun, Geuchik Terpilih Gampong Sungai Pauh Firdaus.
Trending di Aceh