Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Tekno · 27 Feb 2017 21:09 WIB ·

Setelah Filipina, Zalora Dikabarkan Tutup di Indonesia


 Setelah Filipina, Zalora Dikabarkan Tutup di Indonesia Perbesar


Wartanusa.id – Setelah menarik diri dari Filipina, toko kecantikan dan fashion online Zalora dikabarkan juga akan mundur dari belantika e-commerce di Indonesia. Dilansir dari TechCrunch, saat ini Zalora tengah dalam tahap menuju pengakuisisian dengan raksasa ritel MAP Grup.

Berita mundurnya Zalora dari Indonesia itu datang hanya satu hari setelah konglomerat Ayala Grup membeli 49 perseb saham BF Jade E-Service Philipines Inc yang memiliki dan mengoperasikan merek Zalora di Filipina.

Zalora adalah merek dagang di bawah manajemen Global Fashion Group (GFG) yang diresmikan pada tahun 2012 oleh Rocket Internet untuk mengelola bisnis fashion e-commerce di seluruh dunia. Salah satu wakil humas dari GFG menyatakan bahwa perusahaan tidak ingin berkomentar akan rumor tutupnya Zalora di sejumlah negara di ASEAN seperti Filipina dan kabarnya segera menyusul di Indonesia.

DI Indonesia, tahun 2016 terbukti menjadi tahun yang penuh tantangan bagi pelaku fashion e-commerce. Startups seperti Berrybenka dan Salestock secara besar-besaran mem-PHK kan karyawannya sementara pemain yang lebih kecil seperti Lolalola terpaksa menutup bisnis.

MAP Group tengah berupaya untuk membuka cabang di berbagai e-commerce dan tahun lalu MAP meluncurkan MAP EMALL. Grup ini mengoperasikan berbagai departemen store dan outlet fashion dan memiliki kemitraan dengan merek fashion global seperti Zara dan Marks & Spencer.

Kerjasama tersebut kemungkinan akan menjadi bagian dari langkah perusahaan untuk memperkuat terjun ke ranah e-commerce yang mana bila dikombinasikan dengan kehadiran secara offline mungkin akan berdampak positif.

Pendekatan O2O diyakini sebagai formulasi yang tepat untuk beberapa platform e-commerce di negeri ini. Hal itu diamini oleh CEO Berrybenka, Jason Lamuda yang menyatakan bahwa pop up store dari perusahaan mampu meningkatkan penjualan keseluruhan di kota sebanyak dua sampai empat kali lipat. Hal ini juga bisa meningkatkan penjualan online sebanyak 1,5 sampai dua kali lipat.

Namun rumor ini masih belum jelas hingga kini, jikalau hal tersebut benar-benar terwujud itu menandakan bahwa iklim e-commerce di Indonesia mengalami penurunan. Zalora sebelumnya juga sudah menutup bisnisnya di negara ASEAN lainnya seperti Vietnam dan Thailand.

Artikel ini telah dibaca 182 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

5 Rekomendasi Laptop Asus Kualitas Baik dan Menjadi Favorite Item di Tahun 2021

14 Agustus 2021 - 07:23 WIB

Rekomendasi Laptop Asus Kualitas Baik

Pentingnya Menggunakan Paket Kuota Keluarga

17 Mei 2021 - 05:50 WIB

kuota keluarga xl

Review dan Spesifikasi Rog Phone

22 Desember 2020 - 04:45 WIB

Rekomendasi Aplikasi Streaming Film Terbaik

30 Agustus 2020 - 21:47 WIB

Layanan TELEPATI dari BPN Bener Meriah

7 Juni 2020 - 02:35 WIB

Kelebihan Jika Menggunakan Kartu Three

29 April 2020 - 20:01 WIB

Trending di Lifestyle