Wartanusa.id – Aceh Tamiang | Stok bantuan logistik di Dinas Sosial (Dinsos) Aceh Tamiang untuk pengungsi banjir dalam keadaan kosong.
“Saat ini kondisi logistik untuk kebutuhan pengungsi korban banjir Aceh Tamiang mengalami kekosongan karena posko pengungsian terus bertambah,” ujar Kepala Dinsos Aceh Tamiang, Zuklfikar, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (03/11/2022).
Dijelaskan Kadis, saat ini semakin banyak posko yang didirikan, dari 60 titik menjadi 100 titik dan kemungkinan diprediksi akan terus bertambah.
Sejak dilanda banjir beberapa hari lalu, pihaknya juga telah menerima bantuan logistik baik dari perorangan maupun perusahaan dengan jumlah total 10 ton beras dan kebutuhan lainnya, serta semua bantuan tersebut sudah disalurkan ke sejumlah posko pengungsian.
“Sebelumnya, kita juga menerima kebutuhan logistik dari Pemkab Tamiang sebanyak 6 ton yang juga sudah diserahkan semuanya kepada pengungsi,” jelas Zulfikar.
“Kami sedang berupaya menghubungi Pemerintah Aceh dan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) untuk meminta bantuan logistik, karena saat ini kami sangat membutuhkan beras, mie instan, air mineral, telur, dan minyak goreng,” pungkas Zulfikar.
Sejumlah Titik Jalan Nasional Terendam Banjir
Banjir yang melanda kabupaten Aceh Tamiang sejak Senin (31/10/2022) berdampak pada 10.775 Kepala Keluarga (KK) dengan 28.810 jiwa. Dari jumlah tersebut, saat ini sebanyak 12.697 KK dengan 42.140 jiwa dalam 12 kecamatan masih terdampak.
Adapun 12 kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Tamiang Hulu, Tenggulun, Bandar Pusaka, Kejuruan Muda, Sekerak, Kota Kuala Simpang, Karang Baru, Rantau, Seruway, Bendahara, Manyak Payed dan Kecamatan Banda Mulia.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang Iman Suhery melalui Kordinator Pusdalops, Sulaiman, Kamis (03/11/2022), mengatakan di wilayah Tamiang Hulu air sudah mulai surut, banjir terkonsentrasi di wilayah Tamiang Tengah dan Hilir.
“Tinggi air banjir terus meningkat di wilayah Tamiang Tengah dan Tamiang Hilir dikarenakan debit air sungai terus bertambah. Tim saat ini masih terus melakukan pendataan dan evakuasi terhadap warga,” kata Sulaiman.
Selain itu, kondisi terakhir saat ini, banjir masih menutupi Jalan lintas Medan – Banda Aceh di enam titik lokasi yaitu di Kampung Sriwijaya, Bukit Rata, Kota Lintang dan Bukit Tempurung di Kecamatan Kota Kuala Simpang.
Kemudian, di Kampung Kebun Tengah, Sungai Liput di Kecamatan Karang Baru dan di Kampung Alur Bemban serta Benua Raja di Kecamatan Rantau yang tidak dapat dilalui kendaraan roda empat dan roda dua karena ketinggian air mencapai 100 cm sampai 200 cm.












