
Wartanusa.id – Seperti diketahui, Indonesia selama ini merupakan negara yang tidak pernah pro terhadap LBGT. Sebagai negara yang mayoritas penduduknya muslim, memang sudah sewajarnya menentang penyimpangan tersebut. Namun nyatanya, pelan tapi pasti perkembangan kaum LBGT terus meningkat dari hari ke hari.
Bahkan, sepanjang tahun 2017 ini, rentetan kasus yang melibatkan kaum gay terus mewarnai media. Meski miris, namun fakta jika Indonesia memiliki banyak kaum gay memang tak bisa ditampik. Dan berikut ini adalah beberapa kota yang diduga sudah darurat gay.
Kasus pesta seks di salah satu hotel Surabaya

Pesta seks yang terjadi di salah hotel Surabaya memang jadi bukti kalau kota tersebut sudah darurat gay. Saat digrebek, setidaknya ada 14 pria yang sedang menggelar pesta seks. Pada tanggal 30 Mei 2017, Polrestabes Surabaya 14 pria dengan usia dewasa. Mirisnya, ada beberapa nama yang diketahui masih duduk di bangku kuliah. Mereka melakukan pesta tersebut di dua kamar. Pesta tersebut sendiri pada awalnya dari undangan BBM. Seorang yang ingin bergabung dalam pesta tersebut diharuskan membayar 50 ribu hingga 100 ribu. Polisi yang mendapat informasi tersebut akhirnya bergerak cepat dan melakukan penggerebekan.
Pesta seks kaum gay di tempat fitnes Jakarta

Tak berselang lama dari kasus pesta seks di Surabaya, berita tentang adanya pesta serupa juga terkuak di sebuah ruko Kelapa Gading. Nggak main-main, di lokasi tersebut petugas mengamankan sekitar 141 laki-laki. Sebelumnya, kepolisian memang melakukan pengintaian di lokasi yang dicurigai. Polisi pun menyisir lantai dasar yang difungsikan sebagai tempat fitnes. Ternyata tempat fitnes tersebut merupakan tempat prostitusi sesama jenis terselubung. Setidaknya, dari 141 orang yang terjadi, enam di antaranya merupakan penari telanjang. Menurut keterangan penari, untuk sekali tampil mereka bisa dibayar 1,4 juta.
Grup kampus khusus gay di Malang

Kasus LBGT makin hari makin merebak saja. Kota-kota besar di Indonesia sepertinya mulai Surabaya, Jakarta dan yang terbaru adalah berita dari kota Malang. Bahkan, di Facebook ada grup khusus dengan nama “Persatuan Gay Universitas Brawijaya Malang”. Diduga grup tersebut digunakan untuk mempermudah kaum gay untuk menjalankan aktivitas. Pihak Universitas Brawijaya sendiri merasa kecewa karena nama kampus mereka disangkut pautkan dalam pembentukan grup aktivitas yang harusnya dilakukan secara pribadi oleh para pelaku. Oleh sebab itu, pihak Brawijaya mengancam akan mengeluarkan siapa saja mahasiswa yang tergabung dalam grup tersebut. Beberapa jenak kemudian, terbongkar beberapa grup di Malang yang juga bertemakan penyimpangan seksual tersebut. Hal tersebut menguatkan pendapat jika Malang sudah dalam kondisi darurat gay.
Itulah tiga kota yang saat ini dikenal darurat gay. Semoga dengan ini, kita makin bisa menjaga pergaulan hingga tak terlibat hal-hal yang melanggar kodrat dan hukum di Indonesia.











