
Wartanusa.id – Pertama kali dengar atau baca kata slime pasti yang terlintas di benak adalah cairan kental hijau mirip lendir yang jadi senjata pamungkas untuk mengguyur para pemenang Nickelodeon Kids’ Choice Awards. Tapi siapa sangka kini slime berubah bentuk dan fungsi. Yaitu bertekstur lebih padat namun lembut dan kenyal seperti jelly untuk dimainkan. Yup, slime menjadi mainan kekinian.
Sebut saja Almeyda Nayara Alzier. Gadis SD yang menjadi salah satu penghobi slime. Lalu apa sih istimewanya gadis cilik ini? Tak lain dan tak bukan adalah karena di usia kanak-kanaknya ia telah menjadi pebisnis slime itu sendiri.
Gara-gara Kakak Kelas

Perkenalan pertama siswi SD Plus Islamic Village, Tangerang, ini adalah ketika melihat seorang kakak kelas yang membawa dan memainkan slime ke sekolah. Rasa penasaran yang kuat membimbingnya untuk mencoba membuat slime sendiri. Berbekal modal Rp 50.000 yang didapat dari sang ibu dan tutorial yang ditonton di YouTube ia pun mulai meraciknya. Awal racikannya tentu tak berhasil. Bahkan kulit tangannya terkelupas akibat kandungan kimia dalam bahan baku slime-nya. Sebenarnya sang ibu sangat tak suka Naya, begitu sapaan akrabnya, melakukan eksperimen itu. Namun melihat kegigihan sang anak yang tak kenal kata menyerah meski slime-nya sering gagal akhirnya ibu luluh juga.
Slime Ciptaan Naya
Begitu jadi, Naya lantas mencoba memasarkannya di sekolah dalam suatu kegiatan. Slime-nya dibanderol dengan harga Rp 8.000 per cup. Ia sungguh tak menyangka jualannya laku keras saat itu. Banyak teman yang suka. Bahkan sang ibu tak menduga ide bisnis Naya lumayan kreatif juga. Bagus sekali idenya tersebut tak hanya menjadi angan dan telah direalisasi meski sempat mendapat larangan.
Bisnis Slime Naya Kian Berkembang

Berkat entrepreneur day yang rutin diadakan sekolah Naya setiap bulan, usahanya di bisnis slime makin giat dan terasah. Tak hanya itu, ia memanfaatkan media sosial seperti Instagram untuk semakin mengembangkan pemasaran. Kini ia dibantu 8 orang untuk meracik slime-nya. Setiap pembuatannya mencapai 10 kg untuk beberapa ratus cup. Slime Naya beraneka bentuknya. Ada yang bentuk boneka-boneka lucu, jagung, buah, bahkan sempat mencoba membuat slime pelangi. Meski teksturnya lembut pun slime Naya tidak mudah hancur ketika diremas-remas. Sekarang ia memasang harga Rp 15.000 hingga Rp 35.000 per cup tergantung ukuran.
Keuletan dan Pribadi Naya dalam Berwirausaha
Gadis cantik ini memang tak pantang menyerah. Ia tak putus asa dan terus mencoba meski berkali-kali gagal di awal pembuatan slime. Bahkan saat sang ibu marah dan mencoba menghentikannya, Naya melakukan eksperimennya itu diam-diam di dalam kamar mandi. Usaha pemasarannya pun tak hanya di kegiatan sekolah dan melalui Instagram. Ia turut aktif menjajakan slime-slime ciptaannya di berbagai bazaar.
Meski mood dan semangatnya kadang turun akibat komentar buruk di media sosial hingga mengharuskan untuk menutup pesanan, akhirnya ia akan kembali bangkit karena sudah menjadi bisnis yang digeluti. Dan yang lebih positifnya lagi adalah berapapun yang didapat Naya ternyata tak lupa ia bersedekah juga. Dari penghasilan kotor 60 juta perbulan, Naya mendapat 35 juta sebagai pendapatan bersihnya. Ia sisihkan 30 sampai 40 persen pendapatan bersih tersebut untuk sedekah yang memang sudah menjadi komitmennya. Luar biasa.
Ide kreatif anak sepatutnya disadari, didukung, dan dibantu perkembangannya oleh orangtua. Bukan malah ditegur dan berusaha untuk menghentikannya. Karena ide anak yang positif dapat menjadi bekal kemandirian serta kesuksesan sang anak di kemudian hari.

















