Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Headlines · 29 Jul 2017 00:25 WIB ·

Masih SD, tapi Almeyda Bisa Dapetin Sampe 60 Juta Perbulan Hanya dengan Jualan Slime


 Masih SD, tapi Almeyda Bisa Dapetin Sampe 60 Juta Perbulan Hanya dengan Jualan Slime Perbesar

Almeyda Nayara Alzier

Wartanusa.id – Pertama kali dengar atau baca kata slime pasti yang terlintas di benak adalah cairan kental hijau mirip lendir yang jadi senjata pamungkas untuk mengguyur para pemenang Nickelodeon Kids’ Choice Awards. Tapi siapa sangka kini slime berubah bentuk dan fungsi. Yaitu bertekstur lebih padat namun lembut dan kenyal seperti jelly untuk dimainkan. Yup, slime menjadi mainan kekinian.

Sebut saja Almeyda Nayara Alzier. Gadis SD yang menjadi salah satu penghobi slime. Lalu apa sih istimewanya gadis cilik ini? Tak lain dan tak bukan adalah karena di usia kanak-kanaknya ia telah menjadi pebisnis slime itu sendiri.

Gara-gara Kakak Kelas

Bisnis Slime Naya Kian Berkembang

Perkenalan pertama siswi SD Plus Islamic Village, Tangerang, ini adalah ketika melihat seorang kakak kelas yang membawa dan memainkan slime ke sekolah. Rasa penasaran yang kuat membimbingnya untuk mencoba membuat slime sendiri. Berbekal modal Rp 50.000 yang didapat dari sang ibu dan tutorial yang ditonton di YouTube ia pun mulai meraciknya. Awal racikannya tentu tak berhasil. Bahkan kulit tangannya terkelupas akibat kandungan kimia dalam bahan baku slime-nya. Sebenarnya sang ibu sangat tak suka Naya, begitu sapaan akrabnya, melakukan eksperimen itu. Namun melihat kegigihan sang anak yang tak kenal kata menyerah meski slime-nya sering gagal akhirnya ibu luluh juga.

Slime Ciptaan Naya

Begitu jadi, Naya lantas mencoba memasarkannya di sekolah dalam suatu kegiatan. Slime-nya dibanderol dengan harga Rp 8.000 per cup. Ia sungguh tak menyangka jualannya laku keras saat itu. Banyak teman yang suka. Bahkan sang ibu tak menduga ide bisnis Naya lumayan kreatif juga. Bagus sekali idenya tersebut tak hanya menjadi angan dan telah direalisasi meski sempat mendapat larangan.

Bisnis Slime Naya Kian Berkembang

60 Juta Perbulan Hanya dengan Jualan Slime

Berkat entrepreneur day yang rutin diadakan sekolah Naya setiap bulan, usahanya di bisnis slime makin giat dan terasah. Tak hanya itu, ia memanfaatkan media sosial seperti Instagram untuk semakin mengembangkan pemasaran. Kini ia dibantu 8 orang untuk meracik slime-nya. Setiap pembuatannya mencapai 10 kg untuk beberapa ratus cup. Slime Naya beraneka bentuknya. Ada yang bentuk boneka-boneka lucu, jagung, buah, bahkan sempat mencoba membuat slime pelangi. Meski teksturnya lembut pun slime Naya tidak mudah hancur ketika diremas-remas. Sekarang ia memasang harga Rp 15.000 hingga Rp 35.000 per cup tergantung ukuran.

Keuletan dan Pribadi Naya dalam Berwirausaha

Gadis cantik ini memang tak pantang menyerah. Ia tak putus asa dan terus mencoba meski berkali-kali gagal di awal pembuatan slime. Bahkan saat sang ibu marah dan mencoba menghentikannya, Naya melakukan eksperimennya itu diam-diam di dalam kamar mandi. Usaha pemasarannya pun tak hanya di kegiatan sekolah dan melalui Instagram. Ia turut aktif menjajakan slime-slime ciptaannya di berbagai bazaar.

Meski mood dan semangatnya kadang turun akibat komentar buruk di media sosial hingga mengharuskan untuk menutup pesanan, akhirnya ia akan kembali bangkit karena sudah menjadi bisnis yang digeluti. Dan yang lebih positifnya lagi adalah berapapun yang didapat Naya ternyata tak lupa ia bersedekah juga. Dari penghasilan kotor 60 juta perbulan, Naya mendapat 35 juta sebagai pendapatan bersihnya. Ia sisihkan 30 sampai 40 persen pendapatan bersih tersebut untuk sedekah yang memang sudah menjadi komitmennya. Luar biasa.

Ide kreatif anak sepatutnya disadari, didukung, dan dibantu perkembangannya oleh orangtua. Bukan malah ditegur dan berusaha untuk menghentikannya. Karena ide anak yang positif dapat menjadi bekal kemandirian serta kesuksesan sang anak di kemudian hari.

Artikel ini telah dibaca 123 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Didampingi Wali Kota, Menko Pangan Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kota Langsa

14 Desember 2025 - 15:05 WIB

PWI Langsa Galang Donasi

8 Desember 2025 - 11:02 WIB

Korban Banjir Aceh Tamiang Mulai Diserang Penyakit, Butuh Obat dan Air Bersih

8 Desember 2025 - 09:57 WIB

Salah satu titik pasca banjir di Aceh Tamiang.

KOPAZKA Desak Pemerintah Pusat Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Banjir Aceh

7 Desember 2025 - 12:47 WIB

Seluruh Masyarakat Langsa Baik ASN, TNI/Polri akan Terima BLT dan Bantuan Pangan Pasca Banjir, Berikut Mekanisme Penyalurannya

5 Desember 2025 - 12:32 WIB

Tangani Dampak Banjir, Wali Kota Langsa Salurkan BLT dan Bantuan Pangan kepada Seluruh Warga

4 Desember 2025 - 15:38 WIB

Trending di Aceh