
Wartanusa.id – Berita buruk mengenai penyiksaan tenaga kerja asal Indonesia yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Tenaga Kerja Wanita (TKW) bukan barang baru lagi. Umumnya, para tenaga kerja yang sebagian besar bekerja sebagai pembantu rumah tangga itu mengalami penyiksaan fisik dari sang majikan. Meskipun sangat sering diberitakan mengenai kekerasan fisik yang dialami oleh para TKW belum ada berita mengenai pencurian organ tubuh.
Baru-baru ini seorang wanita yang sempat bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Timur Tengah mengungkapkan bahwa salah satu ginjalnya hilang tanpa sepengetahuannya tiga tahun lalu saat dirinya bekerja di Qatar.
Sri Rabitah (25), perempuan asal Lombok itu mengungkapkan bahwa pada Juni 2014 silam dirinya meminta pekerjaan sebagai TKW ke penyalur tenaga kerja asing setempat untuk mencarikannya pekerjaan di Timur Tengah. Awalnya, ia diberitahu bahwa ia akan dikirim untuk bekerja untuk sebuah keluarga di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab tapi entah bagaimana dirinya berakhir di rumah sebuah keluarga Palestina di Doha, Qatar.
Begitu tiba, majikannya mengatakan kepada Sri bahwa ia harus melakukan pemeriksaan medis terlebih dahulu untuk memastikan bahwa ia tidak memiliki penyakit menular dan sehat untuk bekerja.
Namun naas, Sri yang kala itu masih berusia 21 tahun sangat muda dan tidak memiliki pengalaman tidak pernah menduga bahwa permintaan mereka sebenarnya hanya dalih untuk membawa dirinya ke meja operasi.
Sri masih ingat bahwa banyak hal yang aneh ketika ia tiba di rumah sakit pada hari ketiga ia bekerja. Seorang dokter mengatakan bahwa ia terlihat sangat lemah dan akan diberikan suntikan untuk membantunya rileks.
“Tanpa seizin saya, saya diberikan suntikan. Masa pemeriksaan medis harus menerima suntikan?” ujar Sri. “Dokter berkata bahwa saya terlihat pucat dan lemah, maka saya diberitahu untuk bersantai,” tambah Sri.
Ternyata suntikan tersebut adalah anestesi. Sri mengingat bahwa ia dibawa ke ruang operasi yang penuh dengan alat-alat bedah. Ketika ia terbangun, ia merasakan sakit yang tajam di sisi kanan punggung bawahnya dan terlihat adanya luka sayatan kecil. Dia kemudian mendapati urin nya bercampur darah. Namun ia tidak bisa mendapatkan kejelasan tentang apa yang telah terjadi padanya di rumah sakit kepada karyawan rumah sakit.
Keadaan pun semakin buruk, setelah majikannya membawa Sri kembali kea gen penyalur tenaga kerja dan mengeluh bahwa Sri dalam keadaan tidak sehat dan tidak layak untuk bekera. Ia pun kemudian mendaptkan majikan baru tapi setelah itu ia sering jatuh sakit sampai akhirnya Sri dipulangkan ke Indonesia.
Baru-baru ini Sri mengetahui ginjalnya tinggal satu berkat pemeriksaan medis di Lombok. Dokter yang memeriksa keadaannya mengatakan bahwa ginjalnya telah hilang satu. “Ternyata saya hanya memiliki satu ginjal sebelah kiri. Dokter menjelaskan kepada saya dan menunjukkan ginjal utuh dan dimana seharusnya ginjal kanannya digantikan dengan semacam tabung yang melingkar.” ujarnya.
Sri dijadwalkan untuk melakukan pembedahan untuk mengangkat tabung yang mencurigakan itu pada tanggal 2 Maret. Selain itu Sri juga berharap mereka yang bertanggung jawab mencuri ginjalnya diadili di pengadilan. “Saya ingin pemerintah Indonesia menuntut pelaku. Ginjal saya dicuri,” ujarnya

















