Menu ✖

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Lifestyle · 14 Agu 2017 21:15 WIB ·

Cowok Musti Tahu, di Desa Ini Semua Penduduknya 100% Perempuan dan Mayoritas Cantik


 Cowok Musti Tahu, di Desa Ini Semua Penduduknya 100% Perempuan dan Mayoritas Cantik Perbesar

Meski pada umumnya di masa kini wajah atau fisik bukanlah patokan utama dalam hubungan asmara. Namun kecantikan maupun ketampanan dari pasangan yang didapat patut disyukuri dengan dalih ‘bonus’. Dalam suatu lingkungan tak pelak akan dihuni oleh beragam kriteria tersebut. Ada yang kadar cantik atau tampannya biasa ada pula yang luar biasa. Di sisi itu pasti ada pula yang berwajah tidak cantik atau tampan namun tidak patut pula bila dikata jelek.

Lalu bagaimana jadinya bila di satu tempat dihuni oleh hawa-hawa cantik jelita? Pastinya aneh dan membuat penasaran siapapun yang mengetahui beritanya. Seperti sebuah desa di Brazil ini, yang penduduknya hanya berjenis kelamin perempuan, terlebih lagi dengan fisik yang rupawan.

Lokasi dan Kronologi Berdirinya Desa Kaum Hawa

Desa yang bernama Noiva do Cordeiro ini terletak di utara Rio de Janeiro, Brazil, dengan menempuh perjalanan selama 6 jam dari Rio. Desa yang berada di daerah perbukitan ini dijuluki ‘lembah indah’ karena kata kiasan ‘indah’ tersebut ditujukan untuk penduduk yang hampir seluruhnya adalah kaum wanita cantik. Selain itu karena kenyataan bahwa pemandangan desa juga indah dan udaranya sejuk. Desa ini berpenduduk sekitar 600 orang dengan usia 20 – 35 tahun yang memang melarang keberadaan lelaki.

Desa Noiva berdiri tahun 1890. Ketika itu yang pertama kali menghuninya adalah perempuan muda bernama Maria Senhorinha de Lima. Ia dikucilkan oleh gereja Katolik setempat setelah dipaksa menikah dengan lelaki yang tak ia cintai kemudian kabur sehingga keluarga suami menuduhnya pezina. Dengan keberadaan dirinya di tempat terpencil itu, bertahap para wanita muda lajang bergabung untuk hidup bersama.

Tahun 1940, seorang pendeta bernama Anisio Pereira menikahi seorang gadis dari desa itu kemudian mendirikan gereja. Pendeta menerapkan aturan ketat yang mengekang kebebasan bahkan keberadaannya ternyata membuat laki-laki asing turut masuk desa. Hal itu tentu meresahkan para penghuninya, sehingga setelah kematiannya pada 1995 para perempuan memutuskan untuk tidak mengijinkan lelaki manapun ikut campur dalam kehidupan mereka.

Kegiatan Sehari-hari

Meski pasokan listrik dan internet sangat terbatas, demi keberlangsungan hidup mereka mampu untuk bahu membahu mengerjakan semua hal sendiri tanpa bantuan lelaki. Seperti bertani, berkebun, beternak susu, pengrajin pakaian, merencanakan pembangunan, hingga hal-hal religi mereka lakukan bersama secara mandiri. Tampak beredar foto-foto kebersamaan mereka ketika bertani. Salah satu warga bernama Rosalee Fernandes mengatakan bahwa tempat tinggal mereka tersebut sangat cantik, lebih terorganisir, dan lebih harmonis daripada harus pria yang bertanggung jawab.

Harapan Punya Pasangan

Tak dipungkiri lagi jika penduduk Desa Noiva mayoritas cantik dengan fisik proporsional yang cocok menjadi bintang model. Lelaki manapun pasti tergiur untuk datang dan mempersunting salah satunya. Setali tiga uang dengan harapan para penduduk perempuan lajang Desa Noiva yang ingin merasakan kisah asmara dalam hidupnya. Mereka mengaku menginginkan sosok lelaki termasuk ingin menjadi seorang istri. Bahkan beberapa warganya sebenarnya berstatus sebagai istri sekaligus ibu. Hanya saja peraturan di sana sangat ketat. Yang mana mengharuskan para suami atau anak laki-laki tinggal dan bekerja di luar desa.

Berita mengenai desa berpenduduk kaum hawa ini tak ayal mengundang bermacam komentar. Mulai dari komentar para lelaki yang ingin berkunjung dan menpadat jodoh dari sana. Ada yang menyangkal kebenaran beritanya. Bahkan tak sedikit yang berkomentar negatif tentang kemungkinan adanya hubungan sejenis.

Artikel ini telah dibaca 130 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sekolah Bukan Segalanya: Mengapa Pendidikan Karakter Kita Gagal?

31 Maret 2026 - 15:40 WIB

Zainuddin, Dosen IAIN Langsa

Grand Opening “Noka Coffee”, Pilihan Nongkrong Penikmat Kopi di Kota Langsa

8 Juli 2025 - 16:52 WIB

Proposal Civil Society jelang Pelantikan Jeffry – Haikal

22 Mei 2025 - 12:09 WIB

Syahputra, Jatuh Bangun Berbisnis Kini Sukses di Politik

4 September 2024 - 11:32 WIB

Muhammad Syahputra bersama istri dr Yuni Maurisa pada pelantikan anggota DPRK Langsa, Senin (02/09/2024).

Tidur dengan Bantal atau Tidak, Mana yang Lebih Baik?

31 Oktober 2023 - 19:47 WIB

Grand Opening Sutan Barbershop, Bupati Kuansing: Semoga Menjadi Contoh untuk Anak Muda Hebat di Kuansing

21 September 2023 - 13:26 WIB

grand opening sutan barbershop
Trending di Lifestyle