Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Aceh · 12 Nov 2017 13:48 WIB ·

Bertepatan Hari Kesehatan Nasional ke 53, Dinkes Aceh Singkil Luncurkan Program POPM Filariasis


 Hari Kesehatan Nasional ke 53, Dinkes Aceh Singkil luncurkan Program POPM Filariasis Perbesar

Hari Kesehatan Nasional ke 53, Dinkes Aceh Singkil luncurkan Program POPM Filariasis

Aceh Singkil | Wartanusa.id – Dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-53 yang bertemakan secara nasional yaitu “Sehat Keluargaku, Sehat Indonesiaku”, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Singkil meluncurkan Program Pemberian Obat Pencegah Massal (POPM) Filariasis atau penyakit Kaki Gajah yang sudah berlangsung selama 3 tahun, yang dimulai sejak tahun 2015. Peluncuran Program Tingkat Kabupaten Aceh Singkil digelar bersamaan dengan Peringatan Hari Pahlawan ke-72 di halaman Kantor Bupati Aceh Singkil, Singkil, Jumat (10/11/2017).

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil, H. Edy Widodo, SKM, M.Kes menjelaskan dalam rilisnya bahwa Peluncuran Program POPM Filariasis dilaksanakan serentak di tingkat Kabupaten maupun di Tingkat Kecamatan.“Peluncuran Program ini kita lakukan serentak sampai ke Tingkat Kecamatan, hanya Kecamatan di Kepulauan yang sudah terlebih dahulu melaksanakannya,” ucap Edy.

Edy menambahkan setiap masyarakat dapat mengambil Obat Cacing Filariasis di pos-pos kesehatan terdekat seperti Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), dan di Pos Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Pos Belkaga). Pemberian obat ditargetkan rampung pada akhir bulan November 2017 ini.

“Kita himbau masyarakat agar dapat hadir di pos-pos kesehatan terdekat untuk minum obat tersebut,” ujar Edy.Adapun masyarakat yang diharuskan minum obat yaitu mulai dari usia 2 tahun sampai dengan usia 69 tahun. Dinas Kesehatan memberikan obat secara gratis, tanpa pungutan biaya.

Menurut Edy, minum obat tersebut sangat penting mengingat penyakit Filariasis yang cukup berbahaya dan sangat mudah menular. Karena itu seluruh masyarakat dihimbau agar meminum obat cacing filarias.“Penyakit ini berbahaya karena sangat mudah menular melalui nyamuk apapun, jadi jangan sampai ada masyarakat yang tidak meminumnya,” tutupnya diakhir rilisnya.

Muspida Aceh Singkil beserta Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) Aceh Singkil-
Muspida Aceh Singkil beserta Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) Aceh Singkil

Pantauan wartanusa.id, dalam Peluncuran program tersebut, seluruh Muspida Aceh Singkil beserta Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) Aceh Singkil juga turut meminum obat bertujuan untuk menjadi contoh bagi seluruh masyarakat Aceh Singkil.

(adhifatra)

Artikel ini telah dibaca 81 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Respon Aksi Warga, Wali Kota Langsa Pastikan Penyaluran Bantuan Banjir Sesuai Ketentuan

30 April 2026 - 22:30 WIB

PEKA Malaysia dan IAIN Langsa Giat Trauma Recovery untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

30 April 2026 - 21:22 WIB

Wali Kota Langsa Peusijuk 205 Jamaah Calon Haji

30 April 2026 - 20:45 WIB

2.200 Petani Terima Benih Padi, Jeffry Sentana: Ketahanan Pangan Menjaga Stabilitas Ekonomi

29 April 2026 - 20:42 WIB

Penyerahan simbolis benih padi oleh Wali Kota Langsa Jeffry Sentana kepada kelompok tani.

Lindungi Hak Desil, Gampong Alue Pineung Timue Buka Posko Pengaduan Masyarakat

29 April 2026 - 11:57 WIB

Rektor IAIN Langsa Tegaskan Komitmen Lingkungan dalam Forum UI GreenMetric 2026 di Yogyakarta

29 April 2026 - 11:54 WIB

Trending di Aceh