Wartanusa.id – Langsa | Tiga Menteri dan satu wakil Menteri mengunjungi Kota Langsa menyalurkan bantuan untuk korban banjir. Jum’at, (09/01/2026).
Kedatangan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Kelautan, Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, disambut oleh Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra SE, Ketua DPD PAN Kota Langsa H. Sulaiman Sufi bersama Ketua DPRK Langsa Melvita Sari dan anggota DPRK, Pimpinan OPD dan Camat.
Kunjungan ombongan Menteri untuk meninjau langsung kondisi Kota Langsa sekaligus menyalurkan bantuan Sembako dan santunan uang tunai Rp. 200 juta, terutama kepada masyarakat terdampak banjir di Gampong Pondok Keumuning, Kecamatan Langsa Lama.
Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat Kota Langsa guna percepatan pemulihan pasca bencana.
Jeffry Sentana pun berharap kunjungan ini semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, khususnya dalam menjaga stabilitas pangan, mempercepat pemulihan pascabencana, serta mendorong keberlanjutan perekonomian masyarakat terdampak bencana di daerah terdampak.
”Semoga momentum ini semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam rangka mempercepat pemulihan daerah terdampak,” terangnya.
“Kunjungan ini juga sebagai bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah terhadap masyarakat di daerah terdampak bencana,” pungkas Jeffry Sentana.
Sementara itu, Plt Kepala Dinsos Kota Langsa Sopian S.Pd MM M.Pd mengatakan, bantuan yang diserahkan oleh para Menteri dan Wamen bersama Wali Kota Langsa dan Ketua DPRK Langsa berupa Sembako, air mineral dan uang tunai kepada masyarakat di Gampong Pondok Keumuning, Kecamatan Langsa Lama.
“Hari ini di Gampong Pondok Keumuning diserahkan bantuan berupa beras, minyak goreng, telur, mie instan, sosis, air mineral dan juga uang tunai,” ungkap Sopian.
Kunjungan para pembantu Presiden Prabowo Subianto di Kota Langsa merupakan upaya pemerintah pusat dalam menangani dampak bencana banjir hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, akhir November 2025 lalu.












