Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Aceh · 1 Nov 2021 18:01 WIB ·

Kegiatan Usaha di Aceh Tumbuh Positif


 Foto : Kepala BI Aceh, Achris Sarwani. Perbesar

Foto : Kepala BI Aceh, Achris Sarwani.

Wartanusa.id – Aceh | Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia Provinsi Aceh pada Triwulan III 2021 mengindikasikan bahwa Perkembangan Kegiatan Dunia Usaha tumbuh positif.

Perkembangan Kegiatan Dunia Usaha yang diukur berdasarkan persentase Saldo Bersih Tertimbang (SBT) atau weighted net balance pada triwulan III 2021 menunjukkan angka 5,07% atau meningkat sebanyak 401 basis points (bps) secara year on year (yoy).

Pertumbuhan positif pada triwulan III 2021 dipengaruhi oleh lapangan usaha (LU) Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan; serta LU Keuangan, Real Estate, dan Jasa Perusahaan yang tercatat mengalami pertumbuhan perkembangan signifikan.

Pertumbuhan LU Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan tercatat sebesar 1,58% atau mengalami peningkatan dibandingkan triwulan III 2020 yang tercatat minus sebesar -4,46%.

Foto : Survey kegiatan dunia usaha triwulan ke 3 tahun 2021 oleh Kantor BI Perwakilan Aceh.
Foto : Survey kegiatan dunia usaha triwulan ke 3 tahun 2021 oleh Kantor BI Perwakilan Aceh.

Sementara itu, LU Keuangan, Real Estate, dan Jasa Perusahaan pada triwulan survei tercatat sebesar 2,14% atau lebih tinggi sebanyak 415 bps secara yoy dibandingkan hasil survei triwulan III 2020 yang tercatat sebesar -2,01%.

Di samping itu, rata-rata Saldo Bersih (SB) hasil survei terhadap variabel terkait kondisi keuangan dan akses kredit secara umum pada triwulan III 2021 tercatat tumbuh positif sebesar 1,78% atau meningkat signifikan secara yoy dibandingkan periode survei triwulan III 2020 yang tercatat minus sebesar -8,82%.

SB hasil survei terhadap kapasitas produksi terpakai pada periode survei juga tercatat mengalami pertumbuhan positif yang meningkat ke level 77,03% atau meningkat dibandingkan periode triwulan III 2020 yang tercatat sebesar 69,04%.

Di sisi lain, SB hasil survei terhadap perkembangan harga jual menunjukkan pertumbuhan positif yang signifikan pada triwulan III 2021 atau tercatat sebesar 8,73% dari yang sebelumnya minus sebesar -5,42% pada triwulan III 2020.

Metode perhitungan dalam SKDU dilakukan dengan metode saldo bersih (SB – net balance), yakni dengan menghitung selisih antara persentase jumlah responden yang memberikan jawaban “meningkat” dengan persentase jumlah responden yang memberikan jawaban “menurun” dan mengabaikan jawaban “sama”.

Khusus penghitungan saldo bersih kegiatan usaha, harga jual, penggunaan tenaga kerja, dan kondisi investasi dilakukan dengan metode Saldo Bersih Tertimbang (SBT – weighted net balance) yang diperoleh dari hasil perkalian saldo bersih sektor/subsektor yang bersangkutan dengan bobot sektor/subsektor yang bersangkutan sebagai penimbangnya.

Responden SKDU terdiri dari para pelaku usaha menengah besar dari seluruh Provinsi Aceh yang dipilih berdasarkan nilai kepemilikan aset dan jenis usaha yang memiliki pengaruh/representasi terhadap perekonomian di daerahnya.

[Penulis adalah Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, ditulis Senin, 01 November 2021]

Artikel ini telah dibaca 408 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dua Kurir dan Sabu 3.056 Gram Digelandang ke Mapolres Langsa

20 Mei 2026 - 13:01 WIB

Sabtu, Pon Yahya Lantik Pengurus KONI Langsa

19 Mei 2026 - 23:04 WIB

Pergub JKA Dicabut, Geubrak: Mahasiswa Menang

19 Mei 2026 - 11:57 WIB

Wahyu Ramadana saat aksi di Kejari Langsa.

Mualem Cabut Pergub JKA

18 Mei 2026 - 15:14 WIB

Jelang Idul Adha 1447 H, Pemko Langsa Gelar Pasar Murah

18 Mei 2026 - 14:22 WIB

Banjir Rob Rendam Ratusan Rumah Warga Pesisir Kota Langsa

17 Mei 2026 - 15:21 WIB

Trending di Aceh