Ciamis, Wartanusa.id – Sejumlah para tokoh pengasuh pondok pesantren menggelar Halaqoh serta murobbi dan murtarabbi sebanyak 3000 orang mustami berbagai ponpres se-kabupaten ciamis bupati di dampingi wakil ciamis membuka kegiatan Holaqoh di hadiri Polres Ciamis, Kodim, DPRD Serta unsur Forkominda Kabupaten Ciamis, Senin 30/12/2019 bertempat di Gedung Islamic Centre.
Bupati Ciamis Dr.H.Herdiat Sunarya dalam kesempatan tersebut menyampaikan, Pada momen Halaqoh ini dapat di jadikan sebagai media untuk melakukan sharing berdialog antara para ulama dengan unsur Forkompimda Ciamis guna membahas permasalahan-permasalahan yang tengah berkembang saat ini yang mengganggu ketentraman umat islam dan stabilitas keamanan ketertiban pada umumnya,” ujar Bupati.

Ulama yang merupakan salah satu sumber daya manusia potensial memiliki potensi sangat stategis hal ini kiranya yang menjadi perhatian dan prioritas serta keseriusan pemerintah untuk mengelola dan mengembangkan potensi ulama secara maksimal sumber daya manusia yang begitu potensial ini membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak dalam mengejawantahkan membina peradaban umat oleh karena itu kegiatan holaqoh ini merupakan langkah strategis untuk menata dan menyiapkan berbagai program dalam rangka pemangpaatan dan pemberdayaan potensi para ulama juga mempererat ulama untuk ciamis berqah,” ujarnya.
Ulama adalah sebutan yang di berikan kepada seseorang yang mempunyai spiritual yang cukup serta kedekatan dengan Alloh SWT dan sebagai bentuk pengormatan dan penghargaan sehingga sosok ulama adalah figur panutan yang menjadi contoh serta tauladan bagi masyarakat.

Disinilah peran ulama untuk turut serta memberikan pendidikan kepada masyarakat dan turut serta dalam menyampaikan dalam menyampaikan pesan pesan pembangunan yang di programkan oleh pemerintah apalagi saat ini bangsa kita sedang menghadapi berbagai macam permasalahan yang mengganggu stabilitas Nasional dan juga mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.
Seperti munculnya aksi terorisme, muncul aliran aliran yang meresahkan umat, gerakan gerakan sparatis dan juga berbagai aksi penipuan yang mengatas namakan suatu gerakan tertentu, sayang semua aksi tersebut selalu mengatasnamakan islam. Tentu hal ini sangat mencoreng citra positif umat islam baik nasional maupun internasional,” pungkas Bupati.
Reporter : Heri












