Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Aceh · 23 Agu 2023 13:22 WIB ·

Tim PKM Unsam Serahkan Mesin Pencacah kepada UMKM Dendeng Jantung Pisang Gampong Sidodadi


 Tim PKM Dosen UNSAM) Melaksanakan kegiatan Pengabdian  pada Usaha Dendeng Jantung Pisang yang diproduksi oleh Ibu-ibu PKK Gampong Sidodadi Kecamatan Langsa Lama. Perbesar

Tim PKM Dosen UNSAM) Melaksanakan kegiatan Pengabdian pada Usaha Dendeng Jantung Pisang yang diproduksi oleh Ibu-ibu PKK Gampong Sidodadi Kecamatan Langsa Lama.

Wartanusa.id – Langsa | Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Dosen Universitas Samudra (Unsam) memberikan mesin pencacah kepada UMKM Dendeng Jantung Pisang di Gampong Sidodadi Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa.

Ketua Tim PKM Unsam, Yusri Nadya, S.T, M.T didampingi Nurlaila Handayani, S.T, M.T  dan Dr. Zainal Arif, S.T, M.T kepada wartanusa.id, Selasa (22/08/2023) menyebutkan penyerahan mesin tersebut merupakan pengabdian dan salah satu kewajiban yang harus dijalankan oleh dosen Universitas Samudra dalam melaksakan tridarma perguruan tinggi, yaitu Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Dijelaskan Yusri Nadya, Produksi dendeng jantung pisang ibu-ibu PKK gampung sidodadi untuk sekali produksi mencapai 10 kg, dan pemasaran untuk dendeng  jantung pisang ini sudah dikirim sampai keluar daerah, sehingga usaha pembuatan dendeng jantung pisang ini sangat menjanjikan untuk diajdikan peluang bisnis.

Alat pencacah dan pemotong Dosen PKM Unsam diberikan kepada UMKM Dendeng Jantung Pisang Sidodadi.
Alat pencacah dan pemotong Dosen PKM Unsam diberikan kepada UMKM Dendeng Jantung Pisang Sidodadi.

Namun, permasalahan yang dihadapi mitra selama ini yakni proses pencacahan (pemotongan) jantung pisang masih dilakukan menggunakan alat sederhana yaitu pisau, sehingga hasil cacahan jantung pisang juga tidak rata ukurannya ada yang besar dan kecil dan ini menyebabkan  proses perebusan jantung pisang untuk menjadi lunak memerlukan waktu 3 sampai 4 jam.

Proses yang diperlukan untuk memotong jantung pisang juga relatif lama dikarenakan getah pada jantung pisang membuat pisau dan tangan menjadi lengket.

Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh mitra, maka Tim pengabdian unsam memberikan inovasi alat pemotong jantung pisang berupa mesin pencacah atau pemotong jantung pisang.

Dengan mesin ini maka waktu yang dibutuhkan untuk motong jantung pisang menjadi lebih ringkas dan hasil potongan menjadi lebih halus, sehingga proses perebusan juga menjadi lebih cepat.

Tim pengabdi berharap dengan adanya inovasi alat pemotong jantung pisang ini akan memudahkan proses produksi dendeng jantung pisang, sehingga usaha dendeng jantung pisang bisa memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Kami juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat, khususnya ketua PKK Gampong Sidodadi, dan ibu-ibu PKK gampong Sidodadi, LPPM Universitas Samudra dan Tim PKM yang terdiri dari Dosen Program Studi Teknik Industri dan Dosen Program Studi Teknik Mesin serta mahasiswa Program Studi Teknik Industri.

Artikel ini telah dibaca 130 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Laboratorium Kateterisasi Jantung RSUD Langsa Berhasil Lakukan Tindakan Perdana Angiografi Vaskuler

2 April 2026 - 18:39 WIB

Prodi KPI IAIN Langsa Terakreditasi Unggul

2 April 2026 - 10:03 WIB

Aparatur Gampong Alue Pineung Timue Kompak Verifikasi Rumah Rusak Korban Banjir Tahap 2

2 April 2026 - 09:54 WIB

Sekdes Gampong Alue Pineung Timue Mulqan Afrizan, SH.

Sekolah Bukan Segalanya: Mengapa Pendidikan Karakter Kita Gagal?

31 Maret 2026 - 15:40 WIB

Zainuddin, Dosen IAIN Langsa

Program S3 Studi Islam IAIN Langsa Resmi Buka Pendaftaran

30 Maret 2026 - 20:51 WIB

Pasca RDP DPRK Langsa, Melvita Sari Desak Satgas dan OPD Terkait Perkuat Kinerja Tim

25 Maret 2026 - 23:02 WIB

Ketua DPRK Langsa Melvita Sari, SAB.
Trending di Aceh