Wartanusa.id – Langsa | Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sebagai organisasi kader dan organisasi perjuangan menyikapi problematika yang terjadi dalam pengimplementasian Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Kamis, (09/07/2026).
Sejarah telah mencatat ada korelasi yang tidak dapat dipisahkan antara Organisasi HMI dengan Institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pada masa G30S/PKI sempat terjadi gejolak untuk pembubaran organisasi yang memiliki azas tunggal, dimana pada saat itu TNI memiliki andil untuk menjaga dan melindungi organisasi ataupun kader HMI dalam upaya pembubaran yang dinginkan PKI pada organisasi HMI.
Maka oleh sebab itu jika hari ini ada yang coba merusak nama baik institusi TNI ataupun Mencederai integritas institusi tersebut maka kader HMI sudah sepatutnya menjadi salah satu garda terdepan dalam memberikan partisipasi aktif serta menjadi tanggung jawab moral HMI pada institusi yang saat ini masih di percayai oleh masyarakat.
Ketua HMI Cabang Langsa Abdi Maulana bersama perwakilan HMI komisariat sekawasan cabang Langsa, Vemansyah Ketua HMI Hukum Unsam, Baldan Ketua HMI Ekonomi Unsam dan Rifqi Ketua HMI FKIP Unsam menyambangi Makodim 01/04 Aceh Timur guna membangun silaturahmi serta dialog diskusi guna dapat menyampaikan pokok-pokok pikiran yang harapannya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pejabat tinggi TNI di tingkat Provinsi maupun di Pusat dalam pengambilan kebijakan.
Yang dimana pertemuan tersebut disambut langsung oleh Dandim 01/04 Aceh timur bersama para staf dan jajaran. Dialog alot dan panjang terjadi antara perwakilan HMI dan DANDIM 01/04 Aceh Timur guna mencari solusi bersama untuk menjawab problematika yang sedang terjadi dalam pengimplementasian Asta Cita Presiden RI tahun 2026.
Di akhir diskusi HMI juga memberikan sebuah administrasi yang berisikan pokok-pokok pikiran yang dimna harapannya dapat tersalurkan kepada pimpinan tinggi TNI guna menjadi bahan pertimbangan pengambilan kebijakan.
Berikut beberapa penyampaian pokok-pokok pikiran kader HMI sekawasan Cabang Langsa untuk menyelamatkan Integritas TNI.
1. Menolak keras komersialisasi Asta Cita Presiden yang dapat merusak integritas serta mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap Institusi TNI.
2. Mendesak Presiden RI, Panglima TNI, dan Pangdam IM untuk lebih masif mensosialisasikan UU TNI Tahun 2025 selaras atas revisi UU No. 34 Tahun 2004 tentang TNI, terkhusus kepada institusi TNI itu sendiri.
3. Mendukung penuh keterlibatan TNI dalam Asta Cita Presiden RI sebagai alat Pertahanan Negara, Menegakkan Kedaulatan Negara, Mempertahankan dan Melindungi keutuhan NKRI.
4. Menolak keterlibatan penuh TNI dalam urusan ke-agamaan, akuntansi di sektor public, pembangunan fisik, dan praktik komersialisasi birokrasi.
“Ini adalah bentuk partisipasi aktif dan tanggung jawab moral HMI terhadap institusi TNI yang kami cintai. Besar harapan kami agar pokok pikiran ini menjadi bahan pertimbangan pengambilan keputusan bagi Bapak Presiden RI, Panglima TNI, dan Pangdam di seluruh Indonesia terkhusus Iskandar Muda,” ujar Abdi Maulana, Ketua Umum HMI Cabang Langsa.
Dandim 0104/Aceh Timur Letkol Inf. Novi Widyanto, S.E mengapresiasi inisiatif HMI dan menyatakan akan meneruskan pokok pikiran tersebut ke komando atas.














