Menu

Mode Gelap
PWI Aceh Serahkan Bantuan Kepada Wartawan Korban Banjir Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Aceh · 5 Sep 2022 11:39 WIB ·

Sempat Buron, Oknum Sekdes di Peureulak Timur Diringkus Polisi


 Sempat Buron, Oknum Sekdes di Peureulak Timur Diringkus Polisi Perbesar

Wartanusa.id – Aceh Timur | Sempat ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)/buron. Oknum Sekretaris Desa (Sekdes) di Peureulak Timur berinisial TA berhasil diringkus Satreskrim Polres Aceh Timur.

“TA diamankan arena diduga melakukan penggelapan bibit umbi porang milik warga Kota Langsa hingga mengalami kerugian mencapai 2 Miliar Rupiah,” ujar Kapolres Aceh Timur AKBP Andy Rahmansyah, S.I.K. melalui Kasatreskrim AKP Miftahuda Dizha Fezuono, S.I.K, Senin (05/09/2022).

Dijelaskan Kasat, peristiwa ini bermula pada bulan April 2021, yang mana Irmayani Hasbi (korban) mendatangkan bibit umbi porang dari Madiun, Jawa Timur secara bertahap yang diangkut dengan truk sebanyak 44 truk.

Untuk menuju ke lokasi yang akan ditanami porang di Gampong Seunebok Teungoh, Kecamatan Peureulak Timur, korban menyewa 2 (dua) kendaraan jenis pick up milik TA. Korban juga melibatkan kedua anak TA untuk menjaga dan merawat tanaman porang yang luas lahannya lebih kurang 90 hektar.

Sekira bulan Januri 2022 korban melihat kejanggalan, di lahan TA yang berbatasan langsung dengan lahannya juga tertanam porang dan usianya sama dengan miliknya.

“Sepengetahuan korban, TA tidak pernah membeli bibit porang dan menurut keterangan korban, untuk mendatangkan bibitnya harus memesan terlebih dahulu, setidaknya butuh waktu satu tahun untuk pemesanan dalam  jumlah banyak,” kata Kasatreskrim.

Merasa penasaran, korban kemudian mencari tahu dan dikatakan oleh sejumlah pekerjanya, pada saat melakukan pelangsiran bibit porang dari tempat penyimpanan ke lokasi penanaman di lahan miliknya dilakukan pada malam hari. Dimana dalam 10 (sepuluh) trip pelangsiran bibit porang, hanya 8 (delapan) trip yang sampai di lahan miliknya, sedangkan yang 2 (dua) trip diturunkan di lahan milik TA.

“Itu atas perintah perintah TA kepada pekerja untuk menurunkan 2 (dua) trip di lahan TA, karena pekerja beranggapan TA adalah orang kepercayaan korban, namun korban menegaskan tidak ada ikatan kerja dengan TA.” Sebut Kasatreskrim.

Merasa keberatan dan mengalami kerugian materi yang cukup besar, korban pada tanggal 27 Januari 2022 melaporkan perbuatan TA ke SPKT Polres Aceh Timur.

Namun sampai dengan 3 (tiga) kali dilakukan pemanggilan guna diambil keterangannya, TA tidak mengindahkan panggilan penyidik Satreskrim Polres Aceh Timur hingga diterbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) atas dirinya.

Hingga pada akhirnya pada tanggal 9 Juli 2022, TA berhasil diamankan oleh Anggota Opsnal Satreskrim Polres Aceh Timur, setelah petugas mengendus keberadaannya. Saat ini TA sedang menjalani proses penyidikan yang sudah hampir tahap dua untuk diserahkan oleh penyidik ke Jaksa Penuntut Umum.

“Atas perbuatannya TA kami persangkakan melanggar Pasal 372 Jo Pasal 374 Jo Pasal 363 ayat 1 ke ke-4 Jo Pasal 55 KUHPidana dengan ancaman 7 (tujuh) tahun penjara.” Jelas Kasatreskrim Polres Aceh Timur AKP Miftahuda Dizha Fezuono, S.I.K.

Artikel ini telah dibaca 198 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

PWI Langsa Bentuk Panitia Konferensi ke III

5 Desember 2022 - 16:25 WIB

Foto : Rapat pembentukan panitia Konferkot III PWI Langsa.

Cabor Bulutangkis Langsa Raih Dua Emas, Satu Perak dan Tiga Perunggu pada Kejurprov 2022

4 Desember 2022 - 14:47 WIB

TNI/Polri di Langsa Apel Siaga Jelang Peringatan Milad GAM

2 Desember 2022 - 17:29 WIB

Satu Rumah di Kuala Beukah Peureulak Ludes Terbakar

2 Desember 2022 - 10:18 WIB

Tiga Siswi SMKN 2 Langsa Raih Juara 1 Tingkat Nasional Anugerah Kihajar 2022

1 Desember 2022 - 20:43 WIB

Ayudhia Manajemen Gandeng Mahasiswa Bersihkan Kawasan Ekowisata Hutan Mangrove Langsa

1 Desember 2022 - 14:59 WIB

Trending di Aceh