Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Aceh · 13 Jul 2025 19:51 WIB ·

Pukat Trawl Tangkap Ikan di Selat Malaka, Yakata Desak KKP Bertindak


 Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Wartanusa.id – Idi | Yayasan Konservasi Alam Timur Aceh (Yakata) mendesak pihak Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menindak aktivitas penangkapan ikan ilegal menggunakan Pukat Trawl di perairan Selat Malaka.

Ketua Yakata, Zamzami Ali mengatakan penangkapan ikan menggunakan pukat Trawl dengan pelaku yang belum diketahui itu dapat mengancam ekosistem laut di perairan Selat Malaka antara laut Kota Langsa dan Aceh Timur.

“Penggunaan ini secara jelas dilarang oleh undang-undang karena merusak ekosistem perairan juga mengakibatkan ikan-ikan kecil ikut terbawa. Akibatnya, ikan tidak dapat berkembang biak dengan baik,” kata Zamzami melalui siaran pers. Ahad, (13/07/2025).

Dijelaskan Zamzami, Pukat trawl atau pukat harimau, adalah jenis alat tangkap ikan berupa jaring yang ditarik di belakang kapal untuk menangkap ikan, udang, dan biota laut lainnya di dasar atau dekat dasar laut.

Pukat jenis ini beroperasi dengan cara menyeret jaring melalui air, menyapu semua jenis ikan dan hewan laut lainnya, tanpa terkecuali.

“Hal ini menyebabkan ketersediaan ikan khususnya di pesisir menjadi sangat langka hingga sejumlah spesies terancam punah dan memaksa para nelayan berlayar jauh bahkan sampai ke negara tetangga, sehingga tak jarang nelayan Aceh yang ditangkap baik itu oleh otoritas Malaysia, Thailand, Myanmar hingga India,” tukas Zamzami.

Atas hal tersebut, Zamzami mendesak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Ditjen PSDKP perlu bertindak cepat mengatasi persoalan ini.

“Segera penindakan tegas terhadap para pelaku illegal fishing dan penggunaan alat penangkapan ikan yang merusak lingkungan agar sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia dapat terus terjaga, lestari dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 93 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pascasarjana IAIN Langsa Sosialisasi Prodi Unggul di Kemenag Aceh Timur

15 Juni 2026 - 13:37 WIB

Lanjutkan Pengabdian, Musliadi Kembali Mencalonkan Geuchik Gampong Sungai Pauh Pusaka

14 Juni 2026 - 15:14 WIB

Penyerahan berkas pendaftaran calon Geuchik Musliadi kepada Ketua PPG Sungai Pauh Pusaka Ahmad Yani.

KONI – IAIN Langsa Teken MoU Pengembangan Olahraga

13 Juni 2026 - 17:17 WIB

Penandatanganan MoU antara IAIN Langsa dan KONI Kota Langsa pada Rakerkot KONI Kota Langsa.

Raker KONI Kota Langsa 2026 Rumuskan Strategi Pembinaan Atlet Menuju PORA XV

13 Juni 2026 - 16:14 WIB

62 Calon Mahasiswa Pascasarjana Doktor dan Magister IAIN Langsa Ikut Ujian Seleksi

10 Juni 2026 - 10:56 WIB

Bedah Kepmendiktisaintek 232/M/KEP/2025, ADAPI IAIN Langsa Desak Kemenag RI Lakukan Harmonisasi bagi Dosen PPPK PTKIN

9 Juni 2026 - 19:21 WIB

Ketua ADAPI Komisariat IAIN Langsa Dr. Muhammad Dayyan, M. Ec.
Trending di Aceh