Wartanusa.id – Aceh Timur | Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) meminta pemerintah daerah membentuk tim investigasi independent terkait polemik dugaan kebocoran gas PT Medco E&P Malaka yang mengakibatkan keracunan warga sekitar.
“Beredarnya berbagai informasi terkait pengungsian yang terjadi di Desa panton Rayeuk T Kecamatan Banda Alam ini telah menimbulkan berbagai macam polemik, sehingga perlu adanya sebuah tim investigasi independent, apakah benar apa yang terjadi di sana seperti yang disampaikan masyarakat bahwa menurut mereka adalah akibat adanya gas,” ujar Ketua FPRM Nasruddin kepada wartawan. Selasa (29/06/2021).
Lanjutnya, menurut pengakuan masyarakat adanya tercium bau gas dan mendengar suara deru mesin dari lokasi AS 11.
Sementara dari klarifikasi, pihak PT Medco mengaku tidak adanya aktivitas di AS 11 maupun terkait pencemaran udara sehingga ini menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat.
“Sangat disayangkan juga apabila dituduh masyarakat terkesan berbohong, mereka meninggalkan Desa, ini akan berdampak buruk juga terhadap masyarakat itu sendiri,” tukasnya.
Atas hal tersebut, FPRM berharap pemerintah daerah untuk segera membentuk tim investigasi secara independen untuk menelusuri fakta di lapangan.
“Kalau memang ini adalah akibat kelalaian, maka kita minta kepada penegak hukum nanti akan mengusut siapa dalang di balik semua ini. Jangan sampai masyarakat jadi korban.”
“Namun sebaliknya, kalau memang ini ada kelalaian terhadap perusahaan maka perusahaan juga harus diberikan sebuah teguran atau sanksi yang tegas terhadap perusahaan sehingga tidak menimbulkan permasalahan lagi, tidak hanya memberikan kompensasi uang,” tegasnya.
“Maka, perlu adanya langkah-langkah konkrit yang memang harus diambil oleh perusahaan maupun oleh pemerintah daerah jangan sampai korban di pihak masyarakat terulang kembali,” tutup Nasruddin.












