Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Aceh · 29 Jun 2021 22:34 WIB ·

Pemerintah Diminta Bentuk Tim Investigasi terkait Polemik Dugaan Bocor Gas PT Medco


 Pemerintah Diminta Bentuk Tim Investigasi terkait Polemik Dugaan Bocor Gas PT Medco Perbesar

Wartanusa.id – Aceh Timur | Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) meminta pemerintah daerah membentuk tim investigasi independent terkait polemik dugaan kebocoran gas PT Medco E&P Malaka yang mengakibatkan keracunan warga sekitar.

“Beredarnya berbagai informasi terkait pengungsian yang terjadi di Desa panton Rayeuk T Kecamatan Banda Alam ini telah menimbulkan berbagai macam polemik, sehingga perlu adanya sebuah tim investigasi independent, apakah benar apa yang terjadi di sana seperti yang disampaikan masyarakat bahwa menurut mereka adalah akibat adanya gas,” ujar Ketua FPRM Nasruddin kepada wartawan. Selasa (29/06/2021).

Lanjutnya, menurut pengakuan masyarakat adanya tercium bau gas dan mendengar suara deru mesin dari lokasi AS 11.

Sementara dari klarifikasi, pihak PT Medco mengaku tidak adanya aktivitas di AS 11 maupun terkait pencemaran udara sehingga ini menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat.

“Sangat disayangkan juga apabila dituduh masyarakat terkesan berbohong, mereka meninggalkan Desa, ini akan berdampak buruk juga terhadap masyarakat itu sendiri,” tukasnya.

Atas hal tersebut, FPRM berharap pemerintah daerah untuk segera membentuk tim investigasi secara independen untuk menelusuri fakta di lapangan.

“Kalau memang ini adalah akibat kelalaian, maka kita minta kepada penegak hukum nanti akan mengusut siapa dalang di balik semua ini. Jangan sampai masyarakat jadi korban.”

“Namun sebaliknya, kalau memang ini ada kelalaian terhadap perusahaan maka perusahaan juga harus diberikan sebuah teguran atau sanksi yang tegas terhadap perusahaan sehingga tidak menimbulkan permasalahan lagi, tidak hanya memberikan kompensasi uang,” tegasnya.

“Maka, perlu adanya langkah-langkah konkrit yang memang harus diambil oleh perusahaan maupun oleh pemerintah daerah jangan sampai korban di pihak masyarakat terulang kembali,” tutup Nasruddin.

Artikel ini telah dibaca 85 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mosi tak Percaya terhadap Plt Kacabdisdik, Diaspora Abdya di Jawa Minta Pemerintah Aceh Turun Tangan

10 April 2026 - 15:51 WIB

Polemik Plt Kacabdisdik Abdya, Pemuda Muslimin Aceh Minta Gubernur Evaluasi

10 April 2026 - 15:12 WIB

Yulizar Kasma.

Dekan FKIP Unsam Soroti Kisruh Cabdin Abdya, Minta Pemerintah Aceh Hadirkan Solusi Bijak

10 April 2026 - 14:08 WIB

Dekan FKIP Unsam, Dr. Hendri Saputra, M.Pd.

Perpustakaan BI Aceh Hibur Anak-anak Korban Banjir di Pidie Jaya

9 April 2026 - 17:13 WIB

Bea Cukai Langsa Musnahkan Rokok Ilegal Senilai Rp 1,29 Miliar

9 April 2026 - 11:19 WIB

25 Lansia Baroh Langsa Lama Terima BLT-DD

8 April 2026 - 15:46 WIB

Trending di Aceh