Wartanusa.id – Langsa | Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Langsa menggelar sosialisasi pengawasan pemilu partisifatif kepada para Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama dan Kaum Perempuan Kota Langsa.
Ketua Panwaslih Langsa, Muhammad Khairi, M.Pem.I dalam penyampaian materi mengajak para tokoh menyamakan persepsi untuk mensukseskan pemilu ke depan dengan meminimalisir kekurangan-kekurangan yang terjadi pada saat pemilu 2019 lalu.
Dalam kegiatan ini, lanjut Khairi, kami memilih peserta dari tokoh adat, tokoh agama serta kaum perempuan, karena segmen ini sangat penting untuk ikut berpartisipasi dalam pengawasan pemilu ke depan.
Sebelumnya, Komisioner Panwaslih Kota Langsa, Riswandar, saat membuka acara menyampaikan, bahwa kegiatan sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif bagi segmen ini bertujuan untuk mengetahui bahwa pengawasan partisipatif merupakan bagian dari manifestasi bagi kedaulatan rakyat dan penguatan partisipasi politik masyarakat.
“Sehingga proses pemilu berjalan secar jujur, adil dan sekaligus menciptakan kepemimpinan yang memiliki legistimasi kuat,” katanya.
Kemudian, dengan sosialisasi ini juga diharapkan tersampainya informasi kepada tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta kaum perempuan terkait ketentuan dan larangan dalam proses penyelenggaraan pemilu. Serta, meningkatnya partisipasi aktif dalam pengawasan pemilu.
Ditambahkan Komisioner Panwaslih Langsa Divisi Penindakan Pelanggaran, Agus Syahputra, bahwa pada Pemilu 2019 yang lalu ada beberapa pelanggaran yang kami temui.
“Ini semua berkat partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan. Karenanya, untuk kedepan diharapkan, agar partisipasi masyarakat bisa lebih ditingkatkan lagi.”
“Kami ucapkan terimakasih kepada masyarakat, karena bisa dikatakan Pemilu 2019 berhasil dan ini atas kerjasama masyarakat dan ke depan agar kita tingkatkan lagi komunikasi serta partisipasinya,” imbuh Agus.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kota Langsa, Agussalim, mengharapkan agar masyarakat lebih berpartisipasi dalam pengawasan Pemilu pada tahun 2024.
Dirinya juga berharap, sebagai penyelenggara Pemilu agar dapat melihat ke belakang untuk mengetahui dimana kekurangan serta permasalahan yang terjadi, sehingga kekurangan dalam Pemilu 2019 dapat diminimalisir serta tidak terulang kembali pada tahun 2024.
Terakhir, Agussalim mengimbau kepada peserta apa yang telah disampaikan dalam sosialisasi ini agar disampaikan kepada masyarakat, sehingga kedepan Pemilu 2024 bisa berjalan sesui dengan harapan kita bersama.












