athrowback wholesale jerseys 2017 cheap nfl football jerseys china wholesale 100% Guarantee

Nggak Cuma Kartini, Inilah 4 Tokoh Emansipasi Wanita yang Menginspirasi Dunia

Bangsa manapun di penjuru dunia khususnya bangsa Indonesia tahu bahwa di jaman dulu ketika masih masa jajah-menjajah, wanita adalah umat yang derajatnya di bawah pria. Pembunuhan karakter yang seolah benar sampai menjadi imej mutlak semua wanita. Yang lebih jelasnya lagi adalah wanita dianggap lemah dan rapuh, harus tunduk perintah laki-laki, tidak boleh berkehendak, hanya bertugas melengkapi pria sebagai pendukung keberlangsungan hidupnya, dan hal-hal tak etis lain yang khusus ditudingkan pada wanita.

Tapi pada akhirnya ada saja tokoh-tokoh yang berani memperjuangkan kebebasan atau emansipasi wanita meski kritikan dan ancaman menyasar mereka. Demi para wanita mendapat hak-haknya, tokoh-tokoh berani itu rela mendapat akibat buruk dari perjuangan emansipasinya.

Salah satu tokoh emansipasi yang terkenal di Indonesia adalah R.A Kartini yang kumpulan tulisan suratnya sukses mencetak buku legendaris berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang. Sehingga wanita-wanita Indonesia terbuka mata hatinya untuk lebih berani berkehendak, berani menuntut hak, bersuara, menunjukkan kemampuan diri, baik di masa penjajahan sampai sekarang. Nyatanya, selain Kartini, banyak pula tokoh-tokoh pejuang emansipasi wanita yang berhasil menginspirasi dunia. Di antaranya adalah 4 tokoh berikut ini.

Baca Juga  Aktris Carrie Fisher Wafat: Selamat Jalan Putri Leia

Mary Wollstonecraft

Kelahiran 27 April 1759 di Spitalfields, London, yang kehidupan masa kecilnya cukup sulit. Karena melihat wanita-wanita di sekitarnya tidak punya kemerdekaan dan harus tunduk pada laki-laki, Mary pun nekat menjadi filsuf radikal dan mendukung revolusi Perancis. Tahun 1790, Mary menulis buku Vindication of The Rights of Men yang fenomenal dan penuh kritikan. Lalu buku yang populer berjudul A Vindication of The Rights of Women tahun 1792. Yang sangat ia harapkan sebenarnya sederhana saja yaitu agar wanita bisa lebih berpendidikan tentang ilmu pengetahuan dan etika. Jadi wanita tak akan hanya bergantung bahkan didikte oleh laki-lakinya.

Sarah Margaret Fuller

Seorang wanita Amerika yang merupakan pelopor pergerakan sosial di bidang feminism. Lahir pada 23 Mei 1810 di Cambridgeport, Massachusetts sebagai putri dari seorang pengacara. Margaret menerima banyak pendidikan di rumah dan di perkuliahan khusus wanita di Boston Lyceum, bahkan menjadi wanita pertama yang dapat mengakses perpustakaan Harvard. Margaret dilabeli sebagai Transcendentalist karena pemikiran hingga tulisan mengenai hal tersebut sejak 1839. Ia ingin kaum wanita dapat bertindak bebas dalam menentukan hidupnya, dapat berperan besar dalam masyarakat, dan menikmati pendidikan tinggi.

Baca Juga  Jokowi dan Budaya Pakai Kain Sarung

Malala Yousafzai

Kelahiran 12 Juli 1997 di Mingora. Merupakan seorang pelajar di sekolah Pakistan ketika namanya populer beberapa tahun lalu akibat penyerangan yang dialaminya. Ia adalah pembicara utama dalam beberapa pergerakan dalam menuntut hak wanita mendapat pendidikan. Kelompok Taliban yang berkuasa di wilayah Malala ternyata tak menyukainya dan berakhir menembak kepala aktivis wanita ini. Namun bersyukur Malala selamat dari maut dan membuatnya dapat perhatian serta dukungan. Bahkan pada tahun 2014 menerima penghargaan nobel perdamaian.

Putri Diana

Wanita satu ini memang merupakan tokoh yang sangat berpengaruh dan mendapat perhatian dunia. Pada 1 Juli 1961 Diana lahir dari kalangan bangsawan sebagai gadis murung yang akhirnya menjelma sebagai putri cantik setelah menikah dengan Pangeran Charles. Sejak kecil Diana sangat sensitif dengan nasib orang banyak yang mayoritas menderita dan berlanjut hingga setelah menjadi Ratu Inggris. Namun keluarga kerajaan nyatanya tak suka pada usaha Diana dalam kegiatan-kegiatan sosial. Meski begitu ia tak mundur dalam kegiatan positifnya tersebut dan makin mendapat dukungan dari rakyat banyak. Hingga pada usianya ke 37, rakyat berduka atas kematian tragisnya dalam sebuah kecelakaan mobil. Sampai sekarang pun sosok Diana diakui dunia sebagai wanita tangguh penolong dan penginspirasi kaumnya.

Baca Juga  Jejak 5 Tahun Ikatan Wartawan Online ( IWO )

Tentunya masih sangat banyak aktivis-aktivis pejuang emansipasi wanita di berbagai negara termasuk di Indonesia. Berkat perjuangan mereka, kini kaum wanita tak lagi dipandang sebelah mata. Banyak generasi wanita yang mengikuti jejak juang mereka. Menjadi kaum tangguh yang turut mempengaruhi roda kehidupan masyarakat dunia.

Facebook Comments

more recommended stories

%d bloggers like this: