Wartanusa.id – Aceh Tamiang | Kolaborasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Samudra (Unsam) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menjadi pengabdian nyata di tengah luka banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.
KKN Tahun 2026 tersebut berlangsung di Desa Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, menjadi bagian dari upaya nyata mahasiswa dalam mendukung pemulihan masyarakat pasca bencana banjir besar yang melanda berlangsung sejak 10 Januari hingga 9 Februari 2026.

Sejumlah mahasiswa lintas disiplin ilmu terdiri dari 10 mahasiswa Universitas Samudra, yaitu Desma Mayuri, Cut Afifatun Niswah, Anggriani, Ardin Armadifa, Mutiara, Depi Purnama Sari, Sri Wahyuni Wulandari, Tajrimin Tahtiha, Darma, dan M. Miftahul Rizqi Ramadhan, serta 4 mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), yaitu Luthfi Arvelina, Adi Nur Fauzi,
Rahmalina Rizky Nur Azizah, dan Rizky Putra Berlian.
Ketua Kelompok KKN M. Miftahul Rizqi Ramadhan, Ahad, (08/02/2026) mengatakan Desa Kebun Tanjung Seumantoh merupakan salah satu wilayah yang terdampak banjir besar di Aceh Tamiang dengan ketinggian air mencapai sekitar 4 meter.
Bencana tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada rumah warga, fasilitas umum, sarana pendidikan, serta berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat.
Tercatat ratusan warga terdampak secara langsung, sehingga proses pemulihan masih terus berlangsung secara bertahap hingga saat ini.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menjalankan berbagai program kerja yang terintegrasi, meliputi bidang pendidikan, psikososial, kebencanaan dan mitigasi, lingkungan, serta sosial
kemanusiaan.

Pada bidang pendidikan, mahasiswa melakukan pendampingan belajar anak-anak, pembagian donasi buku dan alat tulis, serta kegiatan edukatif dan kreatif untuk meningkatkan semangat belajar anak pasca bencana.
Sementara itu, pada bidang psikososial, mahasiswa melaksanakan kegiatan trauma healing melalui seni menggambar, psikoedukasi, serta pelatihan dukungan psikologis dasar bagi anak-anak.
Selain itu, pada bidang kebencanaan, mahasiswa menyusun peta kerawanan banjir menggunakan metode Multi Ring Buffer sebagai upaya mendukung kesiapsiagaan desa dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Pada bidang lingkungan dan kebersihan, mahasiswa bersama masyarakat melaksanakan gotong royong membersihkan masjid, sekolah, kantor desa, serta rumah warga yang terdampak banjir.
Sementara pada bidang sosial kemanusiaan, mahasiswa turut membantu pendistribusian bantuan serta pemulihan rumah warga, khususnya kelompok rentan.
Mahasiswa juga berperan dalam membantu proses administrasi desa, termasuk pendataan warga terdampak serta pendampingan pelayanan kependudukan bagi masyarakat yang kehilangan dokumen akibat banjir.
Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, masyarakat, serta instansi terkait menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan program KKN kemanusiaan kolaborasi ini.
Sementara itu, Datok Desa Kebun Tanjung Seumantoh, Wahyu Risma Novita, S.E., menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa dalam membantu proses pemulihan desa.
“Kehadiran mahasiswa memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dari segi bantuan tenaga, edukasi, maupun dukungan moral bagi warga yang terdampak bencana,” tutup Datok penghulu.












