Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Headlines · 5 Jan 2017 19:13 WIB ·

Hina Pancasila, Komandan Militer Australia Ditahan


 Hina Pancasila, Komandan Militer Australia Ditahan Perbesar

Photo: Tempo

Wartanusa.id – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa ia telah melakukan upaya komunikasi dengan Menteri Pertahanan Australia Marise Payne menyusul penemuan materi peatihan militer Australia yang menyinggung ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia yakni Pancasila.

Ryamizard mengungkapkan bahwa penyelidikan kasus yang terkait pelecehan terhadap Pancasila oleh militer Australia sudah hampir selesai.

Mereka telah menunda pelatihan bahasa di pangkalan militer di Campbell, Perth. Komandan angkatan militer yang ketahuan menyinggung Pancasila telah ditangguhkan. “Ini merupakan tindakan tegas dari kedisiplinan,: ujar Ryamizard di kantornya, Kamis (5/1).

Ryamizard mengatakan bahwa Panglima Militer Australia, Marsekal Mark Biskin mengakui bahwa materi pelatihan tersebut tidak ada dalam bagian dari kebijakan militer Australia.

Materi pelatihan yang kabarnya menghina ideologi Pancasila itu ditemukan ketika pasukan khusus Tentara Nasional Indonesia atau Kopassus berpartisipasi dalam latihan gabungan bersama dengan militer Australia. Seorang instruktur dari Kopassus, Lettu Irwan Maulana Ibrahim melihat bahwa beberapa materi pelatihan dalam latihan gabungan tersebut menghina dan merendahkan ideologi negara atau Pancasila.

Ryamizard menegaskan bahwa militer Australia yang menggunakan bahan materi yang menyinggung Pancasila akan dikenakan sanksi oleh militer Australia. Ryamizard juga menjelaskan bahwa tentara dari kedua negara dapat melanjukan latihan gabungan.

“Menteri Pertahanan Asutralia juga memberikan pandanagan bahwa Indonesia-Australia adalah negara yang ramah, jadi harap menahan diri untuk tidak memperkeruh situasi,” pesan Ryamizard.

Pada salah satu dinding di pangkalan militer di Perth tersebut terpampang tulisan PANCAGILA, yang merupakan plesetan dari Pancasila.

Selain tulisan Pancasila yang diplesetkan menjadi Pancagila, dalam materi pelatihan tersebut juga menuduh TNI melakukan pelanggaran hak asasi manusia di Timor Timur. Tak hanya itu, militer Australia juga memfitnah mantan pemimpin militer Indonesia yang juga mertua dari presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono, Sarwo Edhie Wibowo sebagai pembunuh massal.

Selain itu, materi itu memuat informasi tentang seorang perwira polisi TNI membunuh temannya sambil mabuk.

Indonesia dan Australia dikenal sebagai dua negara tetangga karena letak geografisnya yang cukup dekat. Beragam kerjasama juga terjalin diantara keduanya seperti latihan militer bilateral dan multilateral, pertukaran pendidikan di Australia dan di Indonesia, dialog dan diskusi, serta kerja sama operasional dalam bantuan kemanusiaan dan bantuan bencana, termasuk mencari MH370.

Sungguh amat disayangkan apabila karena insiden yang sangat menyinggung perasaan bangsa Indonesia ini membuat keharmonisan kedua negara ikut terganggu.

(as)

Artikel ini telah dibaca 105 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wali Kota Langsa Laporkan Bantuan Rumah Rusak Pascabanjir, Menko PMK Tegaskan Pendataan Masih Berlanjut

3 Maret 2026 - 22:56 WIB

Tampilan layar video converence, Wali Kota Langsa Jeffry Sentana bersama Menteri PMK Pratikno.

Wajah Baru PAN Kota Langsa, Melvita Sari Ketua Terpilih

15 Februari 2026 - 18:27 WIB

Jaksa Geledah Dinas PUPR Langsa

2 Januari 2026 - 16:10 WIB

Wali Kota Langsa Ambil Alih Pengelolaan Perumda AM Tirta Kemuning

16 Desember 2025 - 01:58 WIB

Korban Banjir Aceh Tamiang Mulai Diserang Penyakit, Butuh Obat dan Air Bersih

8 Desember 2025 - 09:57 WIB

Salah satu titik pasca banjir di Aceh Tamiang.

KOPAZKA Desak Pemerintah Pusat Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Banjir Aceh

7 Desember 2025 - 12:47 WIB

Trending di Aceh