Wartanusa.id – Langsa | Hasil donasi penggalangan dana dari gabungan mahasiswa di Kota Langsa disalurkan ke korban banjir di Kota Langsa, Aceh Timur dan Aceh Tamiang. Jum’at (07/01/2021).
Aliansi gabungan peduli banjir Aceh Kota Langsa ini, terdiri dari beberapa lembaga diantaranya Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Langsa, SEMMI Cabang Aceh Tamiang, Keluarga besar Mahasiswa Universitas Sain Cut Nyak Dhien (KBM USCND), HMJ HPI, HMJ HKI, Forma HPI Se-Indonesia, Yayasan Abulyatama Langsa, PPALC, KAMMI Langsa dan GJB.
Koordinator kegiatan, Muhammad khatami dalam siaran pers nya menyebutkan terdapat tiga kabupaten yang terdampak dari bencana banjir diantaranya kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa, dan kabupaten Aceh Timur.
“Atas musibah itu, Kami Aliansi gabungan peduli banjir Aceh melakukan open donasi dan penggalangan dana yang berlangsung selama tiga hari, dimulai sejak Selasa hingga Jum’at.”
“Kegiatan ini murni dilaksanakan karena empati terhadap saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir, dan merupakan bentuk kepedulian dari mahasiswa/pemuda Kota Langsa dalam menanggapi musibah-musibah yang terjadi,” ujar Khatami.
Setidaknya, tambahnya, implementasi di salah satu poin tri darma perguruan tinggi yaitu pengabdian, telah kami laksanakan.
Adapun donasi atau bantuan yang disalurkan berupa paket sembako, pakaian layak pakai, dan alat tulis sekolah.
“Semoga apa yang kami berikan ini dapat membantu dan meringankan para korban banjir,” harap Khatami bermunajat.
Samsul selaku Keuchik Paya Uno, Kabupaten Aceh Timur mengucapkan terimakasih atas bantuan tersebut seraya mengucapkan permohonan maaf atas sambutannya yang sederhana.
Sementara itu, Datok Kampung Teluk Halban Kabupaten Aceh Tamiang, Amril mengucapkan terima kasih atas bantuannya.
Di kesempatan itu, Amril menuturkan bahwa di desanya telah jebol tanggul sedari tahun 2020 sampai sekarang dan belum dibangun oleh pemerintah.
“Kami berharap kepada pemerintah untuk dapat membangun tanggul yang sudah jebol di desa kami, tanggul tersebut sudah jebol sedari 2020 dan sekarang ketika ada hujan desa kami sering menjadi langganan banjir semoga saja bapak Bupati dan Gubernur yang sebelumnya sudah hadir ke desa kami dapat memenuhi janjinya akan membangun tanggul di desa kami,” jelasnya kepada mahasiswa.












