Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Aceh · 23 Feb 2022 11:13 WIB ·

Forum 9 Gagas Percepatan Pembangunan Industri Hilir di Aceh


 Forum 9 Gagas Percepatan Pembangunan Industri Hilir di Aceh Perbesar

Wartanusa.id – Banda Aceh | Forum 9 menggelar diskusi menggagas percepatan pembangunan Industri Hilir dalam rangka peningkatan kemandirian di Aceh. Senin (21/02/2022).

Untuk diketahui, Forum 9 terdiri dari lembaga/satuan kerja vertikal yang membidangi ekonomi, keuangan dan pembangunan, yakni, BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kanwil Bea Cukai, Kanwil Perbendaharaan Negara, Kanwil Pajak dan Kanwil Kekayaan Negara di Aceh.

Kegiatan secara virtual tersebut dihadiri Menteri ATR/Kepala BPN Bp. Sofyan A. Djalil, yang dibuka oleh Kepala Perwakilan Kemenkeu Aceh, Safuadi.

Menteri ATR, Sofyan A. Djalil mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan sebagai forum yang baik dalam rangka pengembangan ekonomi di Aceh.

“Pengembangan industri tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, pengembangan harus dilakukan secara hulu hingga hilir sehingga dapat menciptakan nilai tambah,” sebut Sofyan.

Di akhir sambutan, Sofyan A. Djalil menyampaikan bahwa “good policy is matters” kebijakan yang baik akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi.

Regulasi yang tidak tepat dapat menjadi distorsi bagi kebijakan dan berdampak pada perekonomian. Oleh karena itu, penyusunan Qanun di Aceh harus mendorong regulasi yang bersifat fasilitatif.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan mengenai potensi pengembangan industri hilirisasi di Aceh pada komoditas gula serta pemaparan dari Bank Indonesia mengenai potensi perikanan berupa strategi akselerasi produktivitas dan peningkatan kualitas ikan hasil tangkapan melalui pemanfaatan kapal sitaan dan korporatisasi nelayan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Achris Sarwani menyampaikan bahwa sub sektor perikanan merupakan komponen penyumbang PDRB terbesar ketiga pada Tahun 2020.

Akan tetapi, masih terdapat permasalahan pada sektor perikanan seperti ketersediaan kapal besar penangkap ikan di Aceh yang masih terbatas serta kualitas hasil tangkapan nelayan yang rendah.

“Peningkatan produktivitas dan kualitas ikan hasil tangkapan dapat dilakukan melalui optimalisasi kapal sitaan sebagai fishing vessel dan floating processing plant,” Kata Achris.

Selanjutnya, Achris memaparkan juga mengenai pentingnya korporatisasi nelayan dalam pembukaan unit pengolahan sehingga penanganan ikan dapat sesuai dengan standard.

Pengembangan potensi yang dimiliki oleh Aceh tidak terlepas dari aspek pembiayaan. OJK Provinsi Aceh menyampaikan bahwa sebagian besar ekspansi pembiayaan masih berada di sektor konsumtif. Dalam rangka pengembangan potensi melalui industri hilir, aspek pembiayaan harus didorong untuk sektor investasi.

Berdasarkan data penyaluran pembiayaan di Provinsi Aceh, pada triwulan IV Tahun 2021 masih didominasi oleh kredit yang bersifat konsumsi sebesar 55,11%, disusul modal kerja sebesar 31,38%, dan investasi sebesar 20,95%. Angka tersebut menunjukkan bahwa mayoritas pembiayaan masih belum bersifat produktif.

Permasalahan penyaluran pembiayaan investasi di Aceh salah satunya disebabkan oleh sedikitnya proyek yang ada di Aceh. Senada dengan hal tersebut, BSI dan Bank Aceh Syariah berharap ada proyek-proyek yang dikembangkan di Aceh sehingga penyaluran pembiayaan produktif pun dapat dikembangkan.

Pengembangan industri pengolahan dapat meningkatkan serapan tenaga kerja sekaligus meningkatkan pembiayaan produktif.

Adanya industri hilir akan mendorong peningkatan skala ekonomi melalui pengembangan usaha pendukung dibawahnya sehingga tercipta ekosistem usaha yang saling terintegrasi.

Peningkatan skala ekonomi juga akhirnya berpengaruh kepada peningkatan penyaluran pembiayaan kepada UMKM untuk modal kerja melalui beberapa program seperti penyaluran KUR serta program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Laboratorium Kateterisasi Jantung RSUD Langsa Berhasil Lakukan Tindakan Perdana Angiografi Vaskuler

2 April 2026 - 18:39 WIB

Prodi KPI IAIN Langsa Terakreditasi Unggul

2 April 2026 - 10:03 WIB

Aparatur Gampong Alue Pineung Timue Kompak Verifikasi Rumah Rusak Korban Banjir Tahap 2

2 April 2026 - 09:54 WIB

Sekdes Gampong Alue Pineung Timue Mulqan Afrizan, SH.

Sekolah Bukan Segalanya: Mengapa Pendidikan Karakter Kita Gagal?

31 Maret 2026 - 15:40 WIB

Zainuddin, Dosen IAIN Langsa

Program S3 Studi Islam IAIN Langsa Resmi Buka Pendaftaran

30 Maret 2026 - 20:51 WIB

Pasca RDP DPRK Langsa, Melvita Sari Desak Satgas dan OPD Terkait Perkuat Kinerja Tim

25 Maret 2026 - 23:02 WIB

Ketua DPRK Langsa Melvita Sari, SAB.
Trending di Aceh