Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Nasional · 23 Feb 2020 20:27 WIB ·

Fenomena Sosial, Waktu Tepat Jualan ‘Obat’ di Kala Banyak Orang ‘Sakit’


 Fenomena Sosial, Waktu Tepat Jualan ‘Obat’ di Kala Banyak Orang ‘Sakit’ Perbesar

Wartanusa.id | Keadaan saat ini merupakan fenomena dimana dengan situasi ekonomi yang kurang kondusif mengakibatkan sebagian orang susah mencari pekerjaan dan untuk mendapatkan uang dirasa semakin sulit.

Sementara itu harga-harga terus meningkat, keperluan yang harus dibiayai semakin membengkak, maka akan tumbuh subur mimpi indah yang mengandaikan diri menjadi orang kaya.

Saat itulah biasanya logika mandek, dan nalar sehat terbaring nyenyak di balik kelambu. Realitas ini ditangkap sebagai peluang oleh kaum opportunis untuk berjualan “mimpi” dengan segala modus dan kedoknya.

Sampai melahirkan gagasan munculnya kerajaan-kerajaan yang menjanjikan kesejahteraan.

Melihat fenomena ini, media mencoba berbincang santai dengan Pimpinan Rumah Para Pecinta Ilmu (RUMPPI) Dede Farhan Aulawi di Bandung, Sabtu (22/2).

Menurut Dede, saat banyak orang yang sakit, maka jualan “obat” tentu sangat tepat.

“Fenomena sosial yang mencerminkan banyaknya orang yang “sakit” secara psikologis, melahirkan diagnosa sosial juga, kira -kira apa yang sedang terjadi di tengah masyarakat kita,” ujar Dede.

Sebagian orang juga menggunakan terminologi “halu” untuk menggambarkan sebuah keadaan psikologi seseorang atau sekelompok orang yang sedang berhalusinasi.

Yang menariknya, fenomena ini juga muncul dalam waktu yang hampir bersamaan. Satu sama lain tumbuh silih berganti. Apalagi namanya juga cukup aneh, karena baru terdengar belakangan.

Dalam pendekatan semantik, contohnya istilah “kerajaan agung sejagat”, merupakan pemilihan kata dalam perspektif organisasi kemasyarakatan, bukan cermin sebuah institusi kerajaan.

“Mudah-mudahan segera ditemukan obat atau anti virus yang bisa segera memulihkan saudara-saudara kita yang sedang bermimpi indahnya membangun istana megah di tengah puing-puing ketidakberdayaan, serta sesaknya himpitan kesulitan yang mendera nalar yang sehat.

Tidak ada orang yang tidak pernah berbuat salah. Jadi mungkin kebetulan mereka terpeleset pada kesalahan.

Oleh karena itu, mari saling mengingatkan satu sama lain dengan penuh kasih sayang,” himbau Dede menutup perbincangan ringan di kediamannya.

Artikel ini telah dibaca 90 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mulai 08 Juli 2026, Warga Kota Langsa Bisa Daftar Nikah Gratis di Pendopo

5 Juli 2026 - 22:19 WIB

Mahar Nikah Gratis Kota Langsa.

Tim PKM Dosen USCND dan STIM Pase Wujudkan Inovasi Produk Unggulan UMKM di Kota Langsa

18 Juni 2026 - 20:54 WIB

Pembekalan pada produk dendeng jantung pisang di Gampong Sidodadi.

Pascasarjana IAIN Langsa Sosialisasi PMB di Kabupaten Langkat

5 Mei 2026 - 14:36 WIB

Pemko Langsa Juara 1 Kategori Pengendali Inflasi Terbaik Se Sumatera

25 April 2026 - 22:02 WIB

Rektor IAIN Langsa Hadiri Pertemuan Penguatan Sinergi PTKIN dan Kanwil Kemenag di Jakarta

16 April 2026 - 11:35 WIB

Penyanyi Asal Kota Langsa Dwitya Maharani Launching Single Perdana Aceh Berjudul “Lam Cerana”

12 April 2026 - 20:08 WIB

Cover Lagu "Lam Cerana" by Dwitya Maharani.
Trending di Aceh