Wartanusa.id – Langsa | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa mengalami kerugian mencapai puluhan miliar diakibatkan banjir hidrometeorologi pada 26 November 2025 lalu.
“Berdasarkan hasil pendataan sementara, total kerugian material yang dialami RSUD Langsa diperkirakan mencapai puluhan miliaran rupiah,” ujar Plt. Direktur RSUD Langsa, Erizal S.KM M.Kes, Jum’at (23/01/2026).
Nilai kerugian tersebut, masih bersifat estimatif dan dapat berubah seiring dengan proses inventarisasi lanjutan serta pemeriksaan teknis mendalam terhadap fasilitas dan alat kesehatan yang terdampak.
Dijelaskan Erizal, air banjir dan lumpur masuk ke area rumah sakit dan merendam alat kesehatan dan sarana penunjang pelayanan medis, seperti Generator Set, CT Scan, MRI dan berbagai alat kesehatan lainnya.
Akibatnya, alat rusak menyebabkan terganggunya sebagian layanan penunjang medis dan memerlukan penanganan teknis serta perbaikan secara bertahap.
Selain itu, ada juga terjadi kerusakan pada sistem dan perangkat komputerisasi rumah sakit. Ratusan unit komputer, termasuk beberapa alat komputerisasi untuk sistem informasi rumah sakit, terendam banjir dan tidak dapat diperbaiki hingga berdampak pada terganggunya sistem pelayanan dan administrasi RSUD Langsa.
“Untuk itu kita berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kesehatan terhadap fasilitas kesehatan, upaya memaksimalkan kembali layanan RSUD Langsa,” pinta Erizal.
Adapun, data Kerusakan Fasilitas RSUD Langsa antara lain:
1. Alat Kesehatan dan Penunjang Medis
• Generator set
• CT Scan
• MRI
• Mesin diagnostik
• Peralatan radiologi
• Alat kesehatan lainnya
2. Sistem dan Perangkat Komputerisasi
• Ratusan unit komputer Status: Rusak berat / tidak dapat diperbaiki
3. Fasilitas Pendukung
• Instalasi kelistrikan di area terdampak
• Perabotan dan sarana pendukung pelayanan
• Dokumen operasional (terdampak banjir).












