Trenggalek, wartanusa.id – Kepala Kepolisian Resort Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H. menginstruksikan jajarannya untuk siaga penuh menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam di Trenggalek.
Hal tersebut disampaikan AKBP Jean Calvijn saat mengambil apel pagi di halaman Mapolres dan diikuti oleh seluruh anggota dan pejabat utama.
“Cuaca beberapa hari terakhir memang kurang bersahabat. Hujan deras disertai angin kencang telah menimbulkan banjir di beberapa wilayah Indonesia seperti Jawa Barat dan Jakarta.” Jelas AKBP Jean Calvijn

Di Trenggalek lanjut AKBP Jean Calvijn, hujan deras teleh menyebabkan longsor meskipun dalam skala kecil dan pohon tumbang di beberapa titik. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat ini harus diantisipasi oleh seluruh elemen masyarakat tak terkecuali jajaran Kepolisian. Senin (06/01/2020) Pagi
“Saya minta semua anggota waspada dan siap siaga saat sewaktu-waktu dibutuhkan. Dari tingkat Polres, Polsek sampai Bhabinkamtibmas” Ujar AKBP Jean Calvijn dihadapan para peserta apel.
Selain itu, pihaknya memerintahkan agar semua kendaraan dan perlatan kebencanaan yang dimiliki dalam konsisi stanbay dan ready for use. Saat ada bencana semua perkuatan wajib datang ke lokasi dan membantu masyarakat.
Pihaknya juga meminta agar personel yang dikirim benar-benar diperhitungkan dengan matang lengkap dengan peralatan pendukungnya. Dalam pelaksanaanya, berkoordinasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah maupun posko bencana sehingga penanganan dapat lebih cepat dan efisien.

AKBP Jean Calvijn menambahkan, anggota Polres Trenggalek agar meningkatkan kepekaan dilingkungan tempat tinggal masing-masing. Bila ada kejadian segera respon dan dilaporkan untuk dilakukan penanganan maksimal dari Polres dan Instansi terkait.
Pada saat ini memang belum ada kejadian menonjol terkait bencana akan tetapi harus siap sedia segala sesuatunya sehingga tidak terdadak dan siap membantu warga masyarakat.
“Kepedulian dan empati kita merupakan kunci dari proses penangan bencana ini. Selaku pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat wajib berada ditengah masyarakat sebagai representasi kehadiran negara” Pungkasnya.
Korwil Jabar : Hari Riswanto












