Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Entertainment · 20 Des 2016 16:45 WIB ·

Agnez Mo Jadi Korban Sensor “Lebay” Pihak Trans TV


 Agnez Mo Jadi Korban Sensor “Lebay” Pihak Trans TV Perbesar

agnez mo kena sensor di hut trans tv

Wartanusa.id – Peraturan sensor di televisi kembali memancing kontroversi. Kali ini bintang pop kenamaan Indonesia, Agnes Monica atau Agnez Mo merasakan pahitnya kena sensor di televisi. Pelantun single “Coke Bottle” itu sama sekali tidak terlihat karena keseluruhan tubuhnya disensor alias di blur oleh pihak stasiun televisi yang menyiarkannya. Pada kesempatan itu, Agnez Mo yang menjadi pengisi acara dalam HUT  Trans TV ke-15 tengah memakai semacam korset dan celana pendek dipadukan dengan jaket berwarna kuning.

Pensensoran yang dilakukan terhadap Agnez Mo ini rupanya bukan terjadi pada saat acara berlangsung (live), melainkan pada saat acara tersebut diputar kembali di akhir pekan kemarin.

Sontak saja pensensoran berlebihan kepada Agnez Mo pada tayangan re-run HUT Trans TV ke-15 itu menjadi perbincangan hangat di media sosial belakangan ini. Hal ini bukan untuk yang pertama kalinya pihak televisi melakukan sensor secara berlebihan di tayangannya. Pada bulan Februari lalu ketika acara penganugerahan Putri Indonesia berlangsung juga terjadi hal yang demikian.

Kala itu pada saat kontestan Puteri Indonesia tengah memamerkan busana tradisional kebaya, beberapa bagian tubuh kontestan ikut disensor selama tayangan kontes kecantikan itu diputar kembali.

Pensensoran ‘lebay’ selanjutnya yang memancing gelak tawa netizen yakni pada salah satu kartun favorit Doraemon. Dalam beberapa tayangan, Shizuka (tokoh perempuan dalam Doraemon) juga mendapatkan sensor yang dianggap berlebihan.

Komisi Penyiaran Nasional (KPI) sering dijadikan kambing hitam untuk sensor yang dianggap berlebihan oleh stasiun TV, namun KPI punya jawaban sendiri dan selalu menjawab bahwa hal tersebut adalah stasiun TV sendiri yang memutuskan mana yang layak disensor dan mana yang layak ditayangkan. Namun, KPI menetapkan pedoman yang ketat untuk stasiun TV mengenai apa yang boleh mendapatkan sensor di beberapa bagian tubuh.

“Dalam siaran standar dan peraturan pasal 18, itu sudah disebutkan bahwa stasiun TV dilarang ‘mengeksploitasi dan / atau menampilkan bagian tubuh tertentu, seperti paha, bokong, dada, baik di close-up atau medium shot,” kata Ketua KPI Yuliandre Darwis

Apakah pakaian Agnez Mo yang dia kenakan pada acara HUT Trans TV tersebut layak kena sensor? Anda sendiri yang bisa menilai.

(as)

Artikel ini telah dibaca 121 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wali Kota Langsa Laporkan Bantuan Rumah Rusak Pascabanjir, Menko PMK Tegaskan Pendataan Masih Berlanjut

3 Maret 2026 - 22:56 WIB

Tampilan layar video converence, Wali Kota Langsa Jeffry Sentana bersama Menteri PMK Pratikno.

Wajah Baru PAN Kota Langsa, Melvita Sari Ketua Terpilih

15 Februari 2026 - 18:27 WIB

Jaksa Geledah Dinas PUPR Langsa

2 Januari 2026 - 16:10 WIB

Wali Kota Langsa Ambil Alih Pengelolaan Perumda AM Tirta Kemuning

16 Desember 2025 - 01:58 WIB

Korban Banjir Aceh Tamiang Mulai Diserang Penyakit, Butuh Obat dan Air Bersih

8 Desember 2025 - 09:57 WIB

Salah satu titik pasca banjir di Aceh Tamiang.

KOPAZKA Desak Pemerintah Pusat Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Banjir Aceh

7 Desember 2025 - 12:47 WIB

Trending di Aceh