WARTANUSA.ID – Saudara laki-laki gubernur terpilih DKI Anies Baswedan, Ridwan Rasyid Baswedan, meninggal dunia pada usia 44 di Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo (RSCM) di Jakarta Pusat, Sabtu. Dia dirawat di rumah sakit sejak Februari dikarenakan penyakit serangan jantung.
“Ridwan Rasyid Baswedan, seorang aktivis reformasi, telah meninggal dunia di RSCM Jakarta pukul 12.50 pagi hari Sabtu,” kata juru bicara Anies, Naufal Firman Yursak. Ridwan Baswedan dibawa ke rumah sakit untuk perawatan medis setelah menderita serangan jantung dan mengalami komplikasi yang telah berkembang dari penyakit lain.Anies mengatakan bahwa saudaranya selalu berada di pihaknya saat pencalonan gubernur, dimulai pada putaran pertama kampanye tersebut, sampai dia jatuh sakit pada akhir Februari silam.
“Tolong kirim doa untuk adik saya. Dia mengikuti kegiatan kampanye saya sejak putaran pertama pemilihan sebelum diobati di rumah sakit, “kata Anies
Ridwan Rasyid Baswedan akan dimakamkan di pemakaman Tanah Kusir di Jakarta Selatan. Shalat Jenazah untuk almarhum diadakan di Masjid Agung Al-Azhar sebelum dimakamkan. Beberapa tokoh politik terlihat menghadiri shalat jenazah adik dari calon Gubernur Jakarta ini. Termasuk diantaranya, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang juga politisi dari partai PAN, Zulkifli Hasan beserta wakilnya, Hidayat Nur Wahid, mantan menteri energi dan sumber daya mineral Sudirman Said dan politisi Partai Golkar Erwin Aksa.
Anies Baswedan kini sedang disibukkan dengan proses transisi yang akan dilakukan oleh dirinya dan pemerintah kota DKI Jakarta. Meskipun kini keadaan sedikit menjadi sulit akibat vonis yang diterima Basuki Tjahaja Purnama atas kasus penistaan agama yang membuatnya divonis dua tahun penjara sehingga mesti diadakan perombakan kembali di pucuk pimpinan pemerintahan DKI yang kini dikomandoi oleh politikus dari PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat.
Pasangan Anies-Sandi telah berhasil mencuri hati rakyat Jakarta setelah menjadi pemenang Pilkada DKI Jakarta beberapa bulan silam, setelah berhasil lolos dari dua putaran Pilkada DKI yang penuh dengan tensi dan perpecahan didalam opini publik. Kini pasangan pemenang tersebut berencana untuk mengembalikan kenyamanan tinggal di DKI Jakarta dan memperbaiki kekurangan dari Pemerintahan sebelumnya. [RZ]












