Wartanusa.id – Langsa | Budidaya perikanan sistem tambak dan bioflok di Kota Langsa semakin menjamur, sehingga membutuhkan pakan murah dan berkualiatas untuk mengembangkan usaha, petani meminta Pemerintah setempat membangun pabrik.
“Kami minta Pemko Langsa membuat pabrik produksi pakan untuk para petani tambak,” ujar salah seorang petani tambak dan bioflok, M. Isa kepada wartanusa.id. Sabtu malam, (25/04/2021).
Menurutnya, harga pakan di pasar terlalu mahal, mengakibatkan petani kewalahan mencukupi standar umpan untuk ikan atau udang, sehingga hasil panen kurang maksimal.

Di samping itu, sambung PS Mahesa panggilan akrabnya, Pemko Langsa melalui dinas terkait juga harus mendata para petani tambak dan bioflok.
Baik yang pelihara ikan bandeng, udang maupun jenis ikan tambak lainnya, untuk memastikan sudah pantas atau tidaknya di bangun pabrik.
“Sudah beberapa kali kami panen udang, namun penghasilan tidak maksimal dikarenakan pengeluaran untuk pakan terlalu besar,” kata mantan kombatan ini.
Untuk itu, ia meminta pemko membangun pabrik pakan di Kota Langsa, agar memastikan ketersediaan pakan dengan harga yang lebih terjangkau, supaya penghasilan petani tambak di Kota Langsa lebih maksimal.
Mahesa memastikan bahwa yang disampaikannya ini menjadi keluhan para pengusaha tambak lainnya.
Sepengetahuannya Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian dan Perikanan ada menganggarkan bantuan mesin pembuat pakan.
“Hanya lagi, perlu ada upaya Pemko Langsa membuat wadah untuk meminta bantuan alat dan mesin agar dapat membangun pabrik pakan di Kota Langsa.”
“Dengan adanya pabrik pakan, selain membantu petani dan pastinya menambah PAD Kota Langsa,” pungkas Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Langsa ini.












