Wartanusa.id – Aceh Tamiang | Menjelang lebaran Idul Fitri 1441 H. Kabupaten Aceh Tamiang dikunjungi sejumlah pejabat serta Forkopimda Aceh dalam rangka meninjau banjir dan perbatasan Aceh-Sumut untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.
Selasa pagi, (19/05/2020) Kabupaten Aceh Tamiang menerima kunjungan lengkap dari Unsur Forkopimda Aceh diantaranya Plt. Gubernur Ir. H. Nova Iriansyah, M.T, beserta Ketua DPRA, Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh dan Wakajati Aceh.
Rombongan tiba di Bumi Muda Sedia sekira pukul 10.00 Wib dengan menggunakan Helikopter dan mendarat tepat di Lapangan Bola Kaki Bandar Khalifah Kecamatan Bendahara.
Masyarakat Aceh Tamiang, turut berbangga sebab ini menjadi kunjungan pertama para Unsur Forkopimda Aceh dengan formasi lengkap.
Sebelumnya, Bupati Aceh Tamiang beserta jajaran juga sudah mendampingi kunjungan dari Komisi V DPRA pada Minggu (17/05/2020), kemudian Senin kemarin (18/05/2020) Bupati juga mendampingi Komisi I DPRA. Yang masing-masing bertujuan sama meninjau dampak banjir serta perbatasan Aceh-Sumut untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.
Adapun dikedatangan inipun rombongan Plt Gubernur disambut langsung Bupati Mursil didampingi jajaran Forkopimda Aceh Tamiang yang kemudian langsung bergerak menuju lokasi banjir untuk meninjau situasi keadaan banjir terutama tanggul yang jebol di Kampung Teluk Halban, Kecamatan Bendahara.

Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil, SH, M.Kn mengucapkan selamat datang kepada Plt. Gubernur beserta rombongan yang telah meluangkan waktu mengunjungi untuk meninjau langsung kondisi di Aceh Tamiang.
“Ini merupakan suatu kehormatan dan anugerah bagi Kabupaten Aceh Tamiang atas kedatangan Bapak Plt. Gubernur dan juga rombongannya. Kami merasa sangat senang atas perhatian yang diberikan oleh Provinsi,” ujar Mursil.
Sementara, Plt. Gubernur saat memberikan sambutannya mengingatkan kepada masyarakat terkait Pandemi Covid-19 yang tengah mewabah maka untuk Sholat Idul Fitri pada lebaran tahun ini tidak ada keharusan untuk dilaksanakan di Mesjid maupun di Lapangan.
“Jika masyarakat tetap ingin melaksanakan Sholat Ied, harus mengikuti protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan waktunya dapat dipersingkat,” kata Nova.
Selain itu, Gubernur juga menganjurkan kepada masyarakat untuk dapat menahan diri karena mencegah itu jauh lebih baik daripada mengobati.
“Masyarakat dihimbau untuk mengikuti prosedur yang telah dianjurkan oleh Pemerintah dengan mencuci tangan, hidup sehat, jaga kebersihan, kurangi merokok serta cukup keluar rumah jika memang sangat dibutuhkan,” imbuhnya.
Kepala Mukim Bendahara Hilir, Muhammad Lazim dikesempatan itu diberikan kesempatan mewakili masyarakat setempat untuk menyampaikan beberapa keluhan mengenai masalah banjir ini terutama masalah tanggul.
Pihaknya memohon untuk dapat meninggikan tanggul sepanjang 6 km dan diharapkan dapat dilakukan pengalihan arus untuk mengantisipasi tanggul yang akan digunakan.
Lebih lanjut dikatakannya, ada tanah hutan wilayah yang terletak di Kuala Penaga, diharapkan dapat dialih fungsikan untuk persawahan dan sudah diajukan ke Dinas terkait, oleh karenanya pihaknya berharap kepada Bapak Gubernur dapat membantu penyelesaiannya.
Kegiatan diakhiri dengan doa dan penyerahan bantuan sembako dan pangan secara simbolis kepada para Datok Penghulu.












