KAB. BEKASI, WartaNusa.id – Menerima aduan dari salah satu masyarakat kabupaten Bekasi terkait rumah sakit Kartika husada yang di duga menyalahi prosedur dalam birokrasi manajemen terkait rujukan pasien yang mengakibatkan Jamkesda tidak bisa digunakan.
Wakil ketua 1 DPRD kabupaten Bekasi, M.Nuh langsung merespon cepat dengan menggunakan sepeda motor menuju ke rumah sakit Kartika husada datang bermaksud menjadi mediasi agar permasalahan mendapatkan solusi terbaik.
Dari pantauan awak media hasil dari mediasi antara pihak keluarga pasien dan pihak rumah sakit yang didampingi oleh wakil ketua DPRD kabupaten Bekasi salah satu pihak rumah sakit Kartika husada, Dr.Leo, menyatakan, pihak rumah sakit Kartika husada akan memberikan jaminan kepada pasien agar dapat dipulangkan ke rumah dengan administrasi bebas biaya, terkait mengenai kwitansi hasil CT scan jumlah pembayaran dari RS.kartika Husada beda yang dikeluarkan oleh RS.Hermina akan dievaluasi lagi karena tidak logika dengan perbedaan nominal tersebut, tegasnya.
” Intinya hasil mediasi ini, besok keluarga pasien dapat ikut bersama pihak rumah sakit Kartika husada berangkat ke RS.POLRI Soekamto Kramat jati agar pasien dapat dipulangkan kerumahnya, pihak rumah sakit Kartika husada akan memberikan jaminan kepada pasien “, terang, Dr.Leo
Selesai dari tempat mediasi awak media langsung mewawancarai wakil ketua 1 DPRD kabupaten Bekasi, M.Nuh, mengutarakan, awalnya mendapat informasi bahwa ada salah satu warga kabupaten Bekasi terkait pelayanan rumah sakit, dirinya berusaha mediasi mencari solusi terbaik untuk antara kedua belah pihak, jelasnya.

” Dalam hal ini tidak ada maksud ada kepentingan apa-apa hanya memang mendengar informasi salah satu warga di kabupaten Bekasi yang sedang membutuhkan pertolongan mencari solusi untuk di mediasi, besok pihak keluarga akan dipertemukan oleh pihak -pihak rumah sakit polri dan Kartika husada agar mendapatkan solusi jaminan untuk pasien “, tutur, M.Nuh selaku wakil ketua 1 DPRD kabupaten Bekasi, Jumat (03/01/2019).
Lanjutnya, himbauan kedepannya untuk rumah sakit yang ada di kabupaten Bekasi agar lebih mengedepankan sisi kemanusiaan jangan sebaliknya rumah sakit menjadi bisnis dan dengan kedatangan anggota dewan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan untuk masyarakat, harapnya.
Hal yang sama di katakan Eko selaku wakil ketua organisasi IPI, sangat menyesal kan terkait pelayanan rumah sakit Kartika husada ini diharapkan kedepannya dapat diperbaiki, ujarnya.
” Sangat disesalkan bilamana kejadian ini terulang kembali nanti, dan sangat mengapresiasi kepada Wakil ketua 1 DPRD kabupaten Bekasi ustadz M.NUH lagi -lagi beliau yang benar peduli terhadap masyarakat di kabupaten Bekasi “, tandas, Eko Setiawan.
( Dirham )












