Menu

Mode Gelap
Seorang Kakek di Langsa Lecehkan Sembilan Bocah Pekan Ini, Pagelaran Budaya Aceh Terpusat di Kota Langsa Proyek Jalan Alue Gadeng-Alue Punti di Kecamatan Birem Bayeun Mangkrak PPA Langsa Sosialisasi Penanganan KDRT Terdampar di Aceh, 230 Etnis Rohingya Butuh Tempat Penampungan

Aceh · 26 Agu 2022 14:51 WIB ·

Tim Dosen PKM Unsam Uji Coba Teknologi Panel Sel Surya pada Kelompok Tani di Peunaron Aceh Timur


 Tim Dosen PKM Unsam Uji Coba Teknologi Panel Sel Surya pada Kelompok Tani di Peunaron Aceh Timur Perbesar

Wartanusa.id – Aceh Timur | Tim Dosen pengabdian kepada masyarakat (PKM) Fakultas Teknik Universitas Samudra (Unsam) melakukan uji coba teknologi pengering komoditas pertanian berbasis panel sel surya di Desa Peunaron Lama Kecamatan Peunaron, Aceh Timur. Rabu (24/08/2022)

Selain menerapkan dan melakukan uji coba, Tim PKM juga menghibahkan satu unit alat oven portable tersebut kepada kelompok Harapan Tani sebagai percontohan untuk dapat terus dipergunakan para petani.

Ketua Tim PKM Unsam, Tisna Harmawan, S.Si., M.Si bersama anggota Wendy Achmmad Mustaqim S,Si., M.Si kepada wartanusa.id, Jum’at (26/08/2022) mengatakan teknologi ini mengganti penggunaan gas dengan sumber listrik dari sel surya dan sistem sensor temperatur.

“Penggunaan alat ini dapat menyesuaikan suhu agar lebih stabil, portable dan lebih murah biayanya,” ujar Tisna Harmawan.

Pemanfaatan mesin ini diperuntukkan pada komoditas tani terutama Pinang (Areca catechu L.) merupakan tanaman tradisional indonesia yang memiliki banyak manfaat. Karbohidrat, serat, lemak, alkaloid, mineral, serta polifenol yang meliputi flavonoid dan tanin merupakan kandungan utama yang miliki oleh pinang.

Foto : Uji coba Alat.
Foto : Uji coba Alat.

Hasil buah pinang yang dipasarkan adalah bijinya, dapat disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama. Mayoritas mata pencarian masyarakat Gampong Peunaron Lama adalah produksi biji pinang.

Pembuatan mesin ini berdasarkan, hasil survei dan diskusi dengan kelompok Harapan Tani di Gampong Peunaron Lama terdapat masalah terkait menurunnya tingkat produksi pinang siap jual di musim penghujan.

Hal tersebut dikarenakan tempat penjemuran untuk pengeringan pinang masih sangat sederhana sehingga di masa musim penghujan tidak dapat menjemur biji pinang.

“Akibatnya, potensi pinang tidak dapat termanfaatkan secara optimal. Pinang yang biasanya dibelah dua saat pengeringan berpotensi besar terinfeksi jamur jika proses pengeringan tidak maksimal.

Oleh karena itu, teknik pengeringan biji pinang yang lebih efektif perlu dilakukan. Ada beberapa metode pengeringan yang biasa dilakukan, yaitu sistem pengeringan sejenis oven dengan menggunakan pemanas gas.

“Oven portable ini bukan hanya untuk pengering pinang, tetapi juga dapat digunakan untuk pengeringan biji coklat dan kopi,” pungkas Tisna Harmawan.

Artikel ini telah dibaca 225 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Respon Aksi Warga, Wali Kota Langsa Pastikan Penyaluran Bantuan Banjir Sesuai Ketentuan

30 April 2026 - 22:30 WIB

PEKA Malaysia dan IAIN Langsa Giat Trauma Recovery untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

30 April 2026 - 21:22 WIB

Wali Kota Langsa Peusijuk 205 Jamaah Calon Haji

30 April 2026 - 20:45 WIB

2.200 Petani Terima Benih Padi, Jeffry Sentana: Ketahanan Pangan Menjaga Stabilitas Ekonomi

29 April 2026 - 20:42 WIB

Penyerahan simbolis benih padi oleh Wali Kota Langsa Jeffry Sentana kepada kelompok tani.

Lindungi Hak Desil, Gampong Alue Pineung Timue Buka Posko Pengaduan Masyarakat

29 April 2026 - 11:57 WIB

Rektor IAIN Langsa Tegaskan Komitmen Lingkungan dalam Forum UI GreenMetric 2026 di Yogyakarta

29 April 2026 - 11:54 WIB

Trending di Aceh